Apa yang dimaksud dengan Birokrat?
Menurut Wikipedia Indonesia, "Birokrat
adalah anggota dari suatu birokrasi yang menjalani tugas-tugas
administrasi dari sebuah organisasi yang seringkali merupakan cerminan
atas kebijakan organisasinya, dalam bentuk ukuran besar maupun kecil. Namun biasanya istilah ini mengacu pada seseorang yang berada di dalam
sebuah lembaga pemerintah."
Untuk singkatnya, birokrat ini dikenal sebagai sebutan untuk orang yang bekerja dalam instansi pemerintah.
Banyak persepsi buruk yang menimpa para birokrat ini, seperti malas, tidak ada hasil kerjanya, minim prestasi, dan segudang pikiran negatif lainnya. Padahal birokrat sebagai pelayan publik, banyak yang benar-benar memiliki prestasi dan bekerja dengan sungguh-sungguh melayani rakyat.
Contoh saja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar. Beliau adalah sosok birokrat sejati, yang bekerja melayani rakyat lewat mejanya. Sejumlah penghargaan berhasil diraihnya, berkat pengabdian beliau, seperti Penghargaan Bintang Jasa Utama, Penghargaan Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya, dan lain-lain.
Ada juga sosok Gubernur Jambi yang menjabat sejak tahun 2010, Hasan Basri Agus, yang kini tengah mengikuti pemilihan kepala daerah di Provinsi Jambi untuk melanjutkan amanah dari rakyat. Beliau juga merupakan sosok birokrat sejati, seperti Menteri Siti Nurbaya Bakar. Sosok Hasan Basri Agus atau disingkat HBA, kelahiran Sungai Abang, Jambi, 30 Agustus 1953, juga memiliki karir sebagai seorang birokrat yang dimulai benar-benar dari dasar.
HBA meniti karir sebagai seorang birokrat dengan menjadi Juru Ketik di Dinas Kesehatan, lalu beliau menyelesaikan sekolahnya di APDN, dan setelah itu HBA bekerja menjadi Sekwilcam Kecamatan Muara Bulian, tahun 1988 HBA diangkat menjadi Kasubag Biro Tata Pemerintahan. Dan pada tahun yang sama, karena prestasinya ia diangkat menjadi Camat Perwakilan Muara Sebo Kabupaten Batanghari. Lalu di tahun 1989 HBA dilantik menjadi Camat Mersam Kabupaten Batanghari dan
setahun berikutnya 1990 dia diminta menjadi Camat Muara Tembesi
Kabupaten Batanghari. Karirnya kemudian terus beranjak naik, dan menduduki jabatan tertinggi sebagai PNS di kota Jambi, yaitu sebagai Sekretaris Daerah tahun 1999-2006.
Karirnya yang melesat naik bagai roket, adalah hasil dari kerja kerasnya sebagai seorang birokrat. Dan Hasan Basri Agus kemudian dipercaya oleh masyarakat Jambi untuk menjadi Gubernur Jambi yang ke-10, dan dilantik pada tanggal 03 Agustus 2010. HBA bahkan menjadi satu-satunya Gubernur Jambi yang pernah mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Utama, sebagai tanda Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia atas
jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara.
Dengan tangan dinginnya, HBA menjadi Gubernur Jambi yang memiliki terobasan-terobosan yang bermanfaat bagi rakyat Jambi melalui program dan kinerja kepemimpinannya. Ada Satu Miliar Satu Kecamatan yang dikenal dengan singkatan Samisake, yaitu program pengentasan kemiskinan di Provinsi Jambi, yang bentuk programnya sendiri melalui bedah rumah, jamkesmas, dan sertifikasi tanah masyaarakat. Banyak rakyat Jambi yang sudah merasakan sendiri bahagianya melihat rumah mereka dibedah sehingga menjadi layak dihuni, berkat program Samisake ini. Totalnya ada 267 Rumah yang sudah dibedah. Dan targetnya mencapai 5.000 rumah.
Masih banyak lagi program kerja HBA yang sudah menampilkan hasil yang nyata, untuk rakyat Jambi. Yang artinya konotasi negatif tentang birokrat mulai pudar, karena adanya tokoh-tokoh birokrat yang memang benar-benar tulus bekerja untuk melayani rakyat seperti Menteri Siti Nurbaya Bakar dan Hasan Basri Agus. Meskipun masih ada juga birokrat-birokrat nakal yang meracuni kehormatan menjadi pelayan rakyat. Namun setidaknya kita masih bisa percaya dan memiliki harapan pada birokrat Indonesia.
Jadi, kamu pilih iya atau tidak, untuk birokrat seperti sosok di atas?