Social Icons

Senin, 30 November 2015

Edi Purwanto Memiliki Jumlah Harta Kekayaan Paling Sedikit

https://www.kpud-jambiprov.go.id


Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang sudah dilansir, berikut adalah laporanharta kekayaan para calon kepala daerah di Jambi.
Pasangan Nomor 1:
HBA:                      Rp. 2.641.662.000
Edi Purwanto:    Rp. 1.501.366.167

Pasangan Nomor Urut 2:
Zumi Zola:           Rp. 3.520.000.047
Fahrori:                Rp. 4.116.592.181

Jika melihat laporan kekayaan di atas, pasangan nomor urut 1 memiliki jumlah kekayaan lebih kecil dibandingkan dengan pasangan nomor urut 2. Dan Calon Wakil Gubernur dari pasangan nomor urut 1, Edi Purwanto memiliki jumlah kekayaan yang paling sedikit dibandingkan calon kepala daerah lainnya.

Usut punya usut, meskipun seorang pengusaha, tapi Edi Purwanto ini ternyata memulai usahanya benar-benar dari nol. Mulai dari menjual limun saat masih kecil, memulai usaha kecil-kecilan saat masih kuliah, sampai akhirnya bisa membuat perusahaan percetakan. Semua itu dia kerjakan sendiri. Dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri.

Edi Purwanto berasal dari keluarga petani yang sederhana, lahir dari orangtua yang merupakan rakyat biasa. Berbeda dengan calon kepala nomor urut 2, Zumi Zola yang memang keturunan dari seorang Gubernur Jambi. Meski sama-sama muda, harta kekayaan Zumi Zola dan Edi Purwanto sangat jauh berbeda. Kekayaan Zumi Zola sampai dua kali lipat dari kekayaan Edi Purwanto.

Dengan umurnya yang masih 35 tahun, sangat wajar jika Edi Purwanto yang seorang pengusaha muda memiliki jumlah kekayaan Rp. 1.501.366.167. Meskipun memiliki harta kekayaan yang paling sedikit, tapi jika diperoleh dengan cara yang jujur dan tanpa korupsi, tentunya akan sangat berarti dan memiliki nilai yang positif di mata masyarakat.

Laporan harta kekayaan ini sangat penting diketahui oleh masyarakat, agar masyarakat bisa mengetahui dan menganalisa antara jumlah harta, dan rekam jejak calon kepala daerah tersebut. Sehingga tercipta budaya pemimpin yang bersih, jujur dan transparan.

HBA-Edi: Menuju Jambi Satu


Pilkada serentak tinggal hitungan jam saja, besok tepat pada tanggal 9 Desember, masyarakat akan berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih calon pemimpin yang sesuai dengan hatinya. Ah tentunya jika masyrakat benar-benar memilih berdasarkan hati dan kemampuan pasangan calon pemimpin. Lain halnya jika ada masyarakat yang memilih karena suaranya dibeli. Rasanya sedih jika suara teman-teman dibeli hanya dengan uang 100 ribu atau 50 ribu rupiah saja. Satu suara adalah harga diri kita. Apa mau jika harga diri kita dibeli? Semoga tidak yah.

HBA-Edi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi nomor urut 1, adalah pasangan yang calon Gubernurnya merupakan Gubernur Jambi saat ini, meskipun sekarang sedang digantikan oleh plt, karena maju kembali mencalonkan diri. HBA adalah kader Partai Demokrat dan Edi Purwanto adalah seorang kader PDIP. Mereka diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, PKS. Dengan diusung oleh partai-partai besar tersebut, kemungkinan mereka terpilih cukup besar. Apalagi HBA adalah seorang incumbent. Selama masa kampanye juga telah diadakan survey dari CEPP dengan hasil 47,2% untuk pasangan HBA-Edi dan 36,05% untuk pasangan ZZ-Fahrori.


Dengan hasil survey di atas, pasangan nomor urut 1 tersebut merasa yakin dapat memenangkan pilkada Jambi ini. Tentunya masyarakat yang menginginkan untuk melanjutkan program dan pembangunan Jambi akan kembali memliih HBA. Meskipun banyak suara sumbang dan fitnah yang diyakini berasal dari black campaign. Tapi masyarakat Jambi sudah cerdas, dan tidak terpengaruh dengan isu murahan yang ditebar. HBA Edi sudah siap untuk memenangkan pertarungan esok hari bersama masyarakat Jambi, bersatu demi tujuan yang baik, satu suara untuk harga diri, bersatu menuju Jambi Satu.

Rekam Jejak Edi Purwanto



Pria berperawakan kurus tinggi itu bernama Edi Purwanto, lahir di Batu Putih tanggal 4 Juli 1980. Menjadikan Edi Purwanto atau akrab disapa mas Pur ini sebagai salah satu calon pemimpin daerah yang masih berusia muda. Bagaimana rekam jejaknya ke belakang sebagai salah satu kandidat yang berusia muda? Apakah sudah cukup pengalaman dan prestasinyanya atau hanya anak muda yang coba-coba saja mengikuti pertarungan 5 tahun sekali ini?

Edi Purwanto ini memulai riwayat organisasinya sejak dibangku kuliah, dengan menjadi aktivis kampus, Edi berhasil menjadi Bendahara Umum HMI Cabang Jambi pada tahun 2001-2002. Dan di kepengurusan HMI Cabang Jambi selanjutnya ia menjadi Kepala Bidang. Di organisasi intra kampus, Edi Purwanto berprestasi dengan menjadi Presiden BEM IAIN STS Jambi pada periode 2003-2004. Bahkan sebelum menjadi Presiden BEM, dia sudah berhasil menjadi Ketua Umum IPQOH IAIN STS Jambi tahun 2002-2003. Di tahun yang sama ia juga menjadi Menteri Seni, Budaya, dan Olahraga BEM IAIN STS Jambi. Tidak ketinggalan, Edi Purwanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PD Baitul Muslimin Indonesia Provinsi Jambi tahun 2007-2012.

Saat mulai memasuki dunia politik, langkah pertama yang dilakukan Edi Purwanto adalah dengan menjadi kader PDIP. Tidak lama berselang setelah menjadi kader PDIP, ia diangkat menjadi wakil ketua DPD PDIP Provinsi Jambi periode 2005-2008. Konsistensinya dalam menjalankan tanggung jawabnya, membuat dia berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi, bahkan menjadi wakil ketua DPRD  tahun 2014-2019. Selain berkancah di bidang politik, ia juga menjalankan usaha advertising dan percetakan yang sudah dirintisnya sejak tahun 2008 bernama CV Madani Utama, dengan jabatan sebagai Direktur Utama.


Panjang juga yah perjalanan Edi Purwanto ini sampai dia sekarang akhirnya bisa maju menjadi Calon Wakil Gubernur Provinsi Jambi. Nah penilaian diberikan pada masyarakat sendiri, apa kah seorang Edi Purwanto dengan rekam jejak di atas cocok menjadi Wakil Gubernur Jambi untuk 5 tahun ke depan?
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates