Social Icons

Minggu, 12 Juli 2015

Deklarasi 7 Bakal Calon Kepala Daerah Partai NasDem Sumatera Utara

Transkrip Pidato Martin Manurung dalam Deklarasi 7 Bakal Calon Kepala Daerah Partai NasDem, 23 Juni 2015

Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Horas!

Yang saya banggakan ketua DPP partai NasDem, kolega saya di DPP yang juga anggota tim 7, kaka Taufik Basari. Ini kaka Taufik Basari ini, siang malam kami menerima audiensi, menyeleksi, dari jam 8 pagi kadang sampai jam 11 malam, untuk 269 Kabupaten Kota, dan 7 pemilihan Gubernur se-Indonesia. 
Sering kami hanya berdua saja, karena yang lain harus pergi deklarasi di Provinsi lain. Jadi benar-benar ini suatu amanat dan kepercayaan dari partai yang harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Inilah kaka Tobas kawan saya.

Yang kita banggakan dan kita cintai, ketua DPW kita, Pak Tengku Eri, sekretaris bang Is, juga pimpinan partai baik yang di DPW, DPD, DPC, bahkan mungkin ada juga di sini ranting yang kebetulan sudah masuk menjadi tim sukses dari para bakal calon kita. Juga pimpinan partai koalisi untuk para bakal calon kita, dan yang tak lupa pimpinan provinsi kabupaten kota yang berkesempatan hadir di deklarasi kita pada sore hari ini.

Kaka-kaka semua, bapak-bapak dan ibu-ibu, tadi kita sudah mendengar pidato ketua umum, bahwa partai NasDem hadir bukan hanya untuk sekedar menambah bilangan partai politik. Sudah cukup banyak partai di republik ini, dan partai NasDem hadir bukan hanya untuk menambah jumlah partai, tetapi memberi arti keberadaan partai NasDem untuk bangsa Indonesia yang kita cintai. Karena itu bapak-bapak dan ibu-ibu, partai NasDem adalah partai yang secara terbuka dan tegas mengatakan, kita melaksanakan Pilkada tanpa MAHAR! Kita melaksanakan seleksi tanpa memungut biaya sedikit pun. Nah ini penting, kalau ada yang pernah setor-menyetor, hati-hati, DPP akan tegas memberi sanksi untuk hal ini, karena ini adalah perintah Ketua Umum, laksanakan tanpa mahar!

Kenapa kita perlu? Karena kita sudah bosan melihat politik yang begini-begini aja, bosan saya melihat kampung saya itu setiap pulang jalannya berlobang, bosan saya melihat samosir yang semakin gundul, bosan saya melihat Siantar yang semakin semarawut, saya ingin melihat Nias yang semakin bagus, ada Gunung Sitoli, ada Nias Selatan, satu kesatuan yang indah, yang kita harapkan menjadi kebanggaan dari Republik Indonesia. Saya ingin melihat kota Sibolga, kota Berbilang Kaum yang semakin hebat, yang semakin kita banggakan, itu yang ingin kita lihat. Makanya kita tolak mahar. Nah jadi tadi walaupun kita bercanda, ibu ketua DPD kita, kita memilih Pak Syarfi bukan karena suaminya ibu ketua, sama sekali tidak. Tapi kita melihat bagaimana surveynya Pak Syarfi, disenangi nggak dia oleh warga Sibolga? Oh ternyata disenangi, tingkat kesukaan pada Pak Syarfi 76 persen, membuktikan apa yang sudah dia lakukan selama ini bagi masyarakat Sibolga. Dan kita ingin pak, ini dilanjutkan untuk kemajuan Sibolga!

Jadi itu ibu-ibu, dan bapak-bapak sekalian, karena itu partai kita juga adalah satu-satunya partai yang secara lantang mengatakan dulu waktu pileg, apa? Masih ingat? Kita tolak dana saksi, karena itu memanfaatkan uang negara untuk kepentingan partai, dan hari ini kita saksikan partai ini, menolak dana aspirasi DPR RI! Ini partai yang bukan sekedar ada untuk menambah bilangan, kita ingin memberi arti keberadaan kita. Karena itu pada seluruh struktur partai kita, inilah sekarang 7 yang sudah kita hasilkan, DPP meminta kesatuan hati, kesatuan sikap, kesatuan gerak langkah dari seluruh DPW, DPD, DPC, Ranting, menangkan para calon kita, satu kata, satu kata, menang!

Anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Kota, menangkan calon kita, jangan hanya diam, kalau hanya diam, nah DPD laporkan pada DPP, kalau hanya diam, DPW laporkan pada DPP, dan kita akan kasih sanksi tegas, kita harus menang. Apalagi kalau terlibat di kandidat lain, selesai. Itu saya katakan tegas, kita selesai. Seluruh jajaran partai DPRD Provinsi, Kabupaten Kota, harus segaris, senafas, seperjuangan, satu gerak langkah memenangkan para calon yang sudah kita putuskan pada hari ini dan nanti pada gelombang kedua atau gelombang ketiga berikutnya.

Terakhir, supaya tidak terlalu panjang, kepada para calon yang sudah kita deklarasikan, saya sebut nama supaya kita ingat, ada Bapak Darwin Siagian, Bapak Teddy Robinson Siahaan, Bapak Idealisman Dachi, Bapak Marganti Manullang, Bapak Raun Sitanggang, Bapak Syarfi Hutauruk, Bapak Martinus Lase. Para calon yang kita sayangi ini, kertas surat keputusan yang baru saja diterima, itu bukan sekedar kertas, ataupun surat keputusan yang bisa dibeli. Surat keputusan NasDem tidak bisa dibeli, di dalam surat keputusan itu ada doa, ada harapan, ada cita-cita, bahkan mimpi Partai NasDem yang kami titipkan kepada bapak-bapak sekalian. Harapan kami pak, Partai tidak minta proyek, Partai tidak akan minta bapak nyopet, Partai tidak akan minta bapak nyolong dari APBD, saya bisa pastikan. Partai meminta bapak memimpin rakyat kita dengan baik, menyejahterakan rakyat, membuat Partai NasDem semakin dicintai rakyat, dan 2019 kita akan menang! Kita akan menang! Kita akan menang!

Tolong pak, doa, harapan, cita-cita, bahkan mimpi Partai ini kami titipkan pada bapak-bapak sekalian, dan kami harapkan bapak menjadi Jokowi-Jokowi baru, Jokowi ada di Samosir, Jokowi ada di Tobasa, Jokowi ada di Siantar, Jokowi ada di Nias Sel, ada di Sitoli, ada di Seluruh Kabupaten di Sumatera Utara. Dan kita bisa melihat Sumatera Utara hebat, Sumatera Utara lebih baik, Sumatera Utara lebih sejahtera. Demikian sambutan saya, kita teriakan yel kita. NasDem Restorasi! NasDem Menang! NasDem Restorasi! NasDem Menang!

Wabillahi taufik wal hidayah, wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Martin Manurung
Ketua DPP Partai NasDem 
Korwil Sumatera Utara

Aku ingin menjadi tua

Sudahkah kamu menyadari bahwa dunia ini tidak adil?
Banyak kebaikan yang kalah dengan kejahatan, dan sering sekali kebenaran tertindas dengan kebohongan.
Yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap saja miskin. Meskipun si miskin berkerja jauh lebih keras dari si kaya, bahkan tak jarang harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Tapi tetap saja tidak merubah jalan hidup mereka.
 
Kita dapat dengan mudah memamerkan apa yang kita punya, sedang di tempat yang mewah, padahal ada orang di luar sana yang bahkan untuk makan pun harus bekerja dari fajar hingga tengah malam.
Dunia ini tidak adil, karena itu kita hanya hidup sementara di dunia ini. Dan hidup kekal di akhirat.

Syukur..
Manusia kadang tidak menyadari betapa bersyukurnya kita masih bisa hidup.
Asalkan masih bisa bernafas, kita patut bersyukur.
Namun sayangnya ada juga yang menyia-nyiakan kesehatannya, disaat orang lain ingin sembuh dari sakit. Merusak dirinya sendiri dengan rokok, alkohol, dan lain-lain.
 
Pernahkah kamu berpikir bahwa tubuh ini pun titipan dari Tuhan?
Di mana saat kita tak mampu merawatnya, Tuhan akan marah pada kita. Kamu tidak akan tahu kapan Tuhan akan mengambil kembali tubuh ini.
Bisa tahun depan, bulan depan, minggu depan, besok hari, atau bahkan saat kamu selesai membaca tulisan ini.

Kematian selalu dekat dengan diri kita. Ingatkah kamu akan kejadian belum lama ini, saat pesawat hercules milik TNI jatuh menimpa pemukiman warga di Medan?
Siapa yang bisa menebak bahwa kita akan menerima ajal tiba-tiba saat kita sedang asik nonton tv di rumah.
Kita juga mungkin tidak tahu apa yang terjadi dalam tubuh kita. Dan baru tahu ketika ajal sudah di depan mata.
Tapi apakah bekal kita sudah cukup untuk kehidupan setelah kematian?

Aku merinding ketika menulis ini. Aku merasa iri dengan mereka yang sudah berusia 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun..
Mereka yang masih memiliki masalah dan cobaan di hari tua, aku iri sekali.
Usiaku tahun ini 25 tahun. Dan setiap harinya aku tidak yakin akan menjalani hari tua. Kematian membayangiku setiap hari.

Iya.. aku takut. Takut sekali akan kematian.
Apa aku akan merasakan surgaNya? Atau aku akan langsung dilempar ke neraka?
Mengingat aku ini bergelimang dosa.
Tapi bukan itu yang paling membuatku takut.

Aku takut, tidak dapat merasakan menjadi seorang ibu. Aku mencintai anak-anak melebihi apapun di dunia ini. Aku orang pertama yang akan menghadang dan marah pada orang-orang yang menyakiti keponakan-keponakanku. Tapi aku juga ingin merasakan mengandung anakku sendiri. Membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Dan aku tidak akan berbicara kata-kata kasar sekalipun pada anak-anakku kelak.

Pastinya aku juga ingin mencari surga dengan menjadi istri yang soleha dan patuh pada suamiku nanti. Aku tidak akan meminta apapun yang memberatkan langkah suamiku nanti. Bukan harta yang akan aku minta. Tapi aku hanya meminta suamiku menjadi imamku menuju jalan Allah.

Andai Tuhan memberikanku kesempatan, aku ingin berbakti pada suamiku kelak, aku ingin mempunyai anak-anakku sendiri, aku ingin membesarkan anak-anakku, aku ingin menjadi tua..
Aku ingin hidup, Tuhan..

Jumat, 10 Juli 2015

Safari Ramadhan Maxi Gunawan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Pada kesempatan Safari Ramadhan kali ini, tanggal 8 Juli 2015, calon ketua umum KADIN Indonesia Maxi Gunawan, berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk silaturahmi dengan Kadinda Kalimantan Selatan. Silaturahmi tersebut akan dibarengi dengan buka puasa bersama, dan diskusi masalah-masalah yang terkait ekonomi dengan para Kadinda Kalsel.

Acara Safari Ramdhan ini diselenggarakan di kediaman Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan, H. Aliansyah. Kediaman Kadinda H. Aliansyah beralamat di Jl. Cempaka V no. 25, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam acara sore itu, turut mengundang 90 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Al Amin Putra, dan Al Mudakir Putra. Selain itu, hadir pula ulama-ulama setempat dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Ada sekitar 30 ulama yang hadir dalam acara Safari Ramadhan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelum acara dimulai, pukul 16.30 WITA,  iringan musik religi dan tabuhan rebana menghidupkan suasana. Dan ulama-ulama dari berbagai daerah di wilayah Kalimantan Selatan pun mulai berdatangan hadir memenuhi tempat acara di kediaman H. Aliansyah. Begitu pula dengan 90 anak yatim piatu yang juga sudah hadir di tempat.  Dan sebelum acara resmi dimulai, semua yang hadir, baik para ulama, Kadinda Kalsel, pengurus Kadin pusat, dan 90 anak yatim piatu, bersama-sama berdoa bersama untuk kelancaran acara.

Lalu Master of Ceremony (MC) mulai membacakan rundown acara pada sore itu. Dimulai dengan kata sambutan dari selaku tuan rumah, H. Aliansyah, Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan. H. Aliansyah menyampaikan dirinya yang merasa terhormat diminta langsung oleh Maxi Gunawan untuk menyelenggarakan acara silaturahmi ini. Bahkan sms yang dikirim oleh Maxi Gunawan, masih disimpan Kadinda H. Aliansyah. Kadinda H. Aliansyah mendoakan agara calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Maxi Gunawan, dapat terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia selanjutnya.

Selanjutnya, calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Maxi Gunawan memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Maxi Gunawan mengatakan berterimakasih atas sambutan yang sangat hangat dari Kalimantan Selatan. Sambutan yang sangat hangat dirasakan oleh Maxi Gunawan, dan juga keramah-tamahan masyarakat Kalimantan Selatan dalam menyambut kedatangan Maxi Gunawan dan rombongan di Bumi Lambung Mangkurat. Maxi Gunawan pun secara khusus berterimakasih kepada istri dari H. Aliansyah yang bersedia khusus memasak pada hari itu untuk acara Safari Ramadhan Maxi Gunawan.

Kemudian mendekati waktu berbuka puasa, ulama setempat membacakan tausiyah sebelum waktyu berbuka. Dalam tausiyah, ulama menyampaikan, semoga jika Pak Maxi Gunawan terpilih menjadi Ketua Kadin Indonesia, dapat menjaga amanah dengan baik. Dan lantunan ayat suci Al Quran pun berkumandang di acara, sebelum waktu berbuka tiba. Semua yang hadir pun dengan khusyuk mendengarkan dan menghayati ayat-ayat yang terucap dari Qori.

Dalam acara Safari tersebut, hadir pula Kadinda dari 13 Kabupaten Kota, lalu pengurus Kadin Pusat, Zulnahar Usman, Natsir Mansyur, Iwan Hanafi, dan lain-lain. Saat tiba waktu berbuka, semua mulai menyantap hidangan berbuka yang disajikan, ada kurma, es buah, dan kue khas Kalimantan Selatan yang sering disebut dengan “wadai”. Setelah berbuka dengan makanan-makanan manis, maxi Gunawan dan semua yang hadir mulai mengambil wudhu dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah.

Setelah shalat maghrib berjamaah, Maxi Gunawan diwawancara oleh wartawan yang hadir, terkait kedatangannya ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Maxi Gunawan menyatan bahwa kedatangannya selain untuk silaturahmi dengan para Kadin Daerah, juga untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh Kadin Daerah.

Setelah wawancara dengan para wartawan, Maxi Gunawan kemudian menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 90 anak yatim piatu yang diwakilkan oleh pimpinan dua panti asuhan tersebut. Acara selanjutnya adalah foto-foto bersama antara Maxi Gunawan dengan tuan rumah H. Aliansyah. Dan dilanjut dengan diskusi internal masalah-masalah ekonomi Maxi Gunawan dengan 13 Kadinda Kabupaten Kota Kalimantan Selatan.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00 WITA, Maxi Gunawan beserta rombongan pamit undur diri kepada Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan, H. Aliansyah, yang sudah bersedia menjadi tuan rumah dalam acara Safari Ramadhan Maxi Gunawan. Semoga dilain waktu, dapat dipertemukan kembali, dan dapat terus menjaga silaturahmi yang sudah dijalin saat ini.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates