Transkrip Pidato Martin Manurung dalam Deklarasi 7 Bakal Calon Kepala Daerah Partai NasDem, 23 Juni 2015
Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Horas!
Yang saya banggakan ketua DPP partai NasDem, kolega saya di DPP yang juga anggota tim 7, kaka Taufik Basari. Ini kaka Taufik Basari ini, siang malam kami menerima audiensi, menyeleksi, dari jam 8 pagi kadang sampai jam 11 malam, untuk 269 Kabupaten Kota, dan 7 pemilihan Gubernur se-Indonesia.
Sering kami hanya berdua saja, karena yang lain harus pergi deklarasi di Provinsi lain. Jadi benar-benar ini suatu amanat dan kepercayaan dari partai yang harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Inilah kaka Tobas kawan saya.
Yang kita banggakan dan kita cintai, ketua DPW kita, Pak Tengku Eri, sekretaris bang Is, juga pimpinan partai baik yang di DPW, DPD, DPC, bahkan mungkin ada juga di sini ranting yang kebetulan sudah masuk menjadi tim sukses dari para bakal calon kita. Juga pimpinan partai koalisi untuk para bakal calon kita, dan yang tak lupa pimpinan provinsi kabupaten kota yang berkesempatan hadir di deklarasi kita pada sore hari ini.
Kaka-kaka semua, bapak-bapak dan ibu-ibu, tadi kita sudah mendengar pidato ketua umum, bahwa partai NasDem hadir bukan hanya untuk sekedar menambah bilangan partai politik. Sudah cukup banyak partai di republik ini, dan partai NasDem hadir bukan hanya untuk menambah jumlah partai, tetapi memberi arti keberadaan partai NasDem untuk bangsa Indonesia yang kita cintai. Karena itu bapak-bapak dan ibu-ibu, partai NasDem adalah partai yang secara terbuka dan tegas mengatakan, kita melaksanakan Pilkada tanpa MAHAR! Kita melaksanakan seleksi tanpa memungut biaya sedikit pun. Nah ini penting, kalau ada yang pernah setor-menyetor, hati-hati, DPP akan tegas memberi sanksi untuk hal ini, karena ini adalah perintah Ketua Umum, laksanakan tanpa mahar!
Kenapa kita perlu? Karena kita sudah bosan melihat politik yang begini-begini aja, bosan saya melihat kampung saya itu setiap pulang jalannya berlobang, bosan saya melihat samosir yang semakin gundul, bosan saya melihat Siantar yang semakin semarawut, saya ingin melihat Nias yang semakin bagus, ada Gunung Sitoli, ada Nias Selatan, satu kesatuan yang indah, yang kita harapkan menjadi kebanggaan dari Republik Indonesia. Saya ingin melihat kota Sibolga, kota Berbilang Kaum yang semakin hebat, yang semakin kita banggakan, itu yang ingin kita lihat. Makanya kita tolak mahar. Nah jadi tadi walaupun kita bercanda, ibu ketua DPD kita, kita memilih Pak Syarfi bukan karena suaminya ibu ketua, sama sekali tidak. Tapi kita melihat bagaimana surveynya Pak Syarfi, disenangi nggak dia oleh warga Sibolga? Oh ternyata disenangi, tingkat kesukaan pada Pak Syarfi 76 persen, membuktikan apa yang sudah dia lakukan selama ini bagi masyarakat Sibolga. Dan kita ingin pak, ini dilanjutkan untuk kemajuan Sibolga!
Jadi itu ibu-ibu, dan bapak-bapak sekalian, karena itu partai kita juga adalah satu-satunya partai yang secara lantang mengatakan dulu waktu pileg, apa? Masih ingat? Kita tolak dana saksi, karena itu memanfaatkan uang negara untuk kepentingan partai, dan hari ini kita saksikan partai ini, menolak dana aspirasi DPR RI! Ini partai yang bukan sekedar ada untuk menambah bilangan, kita ingin memberi arti keberadaan kita. Karena itu pada seluruh struktur partai kita, inilah sekarang 7 yang sudah kita hasilkan, DPP meminta kesatuan hati, kesatuan sikap, kesatuan gerak langkah dari seluruh DPW, DPD, DPC, Ranting, menangkan para calon kita, satu kata, satu kata, menang!
Anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Kota, menangkan calon kita, jangan hanya diam, kalau hanya diam, nah DPD laporkan pada DPP, kalau hanya diam, DPW laporkan pada DPP, dan kita akan kasih sanksi tegas, kita harus menang. Apalagi kalau terlibat di kandidat lain, selesai. Itu saya katakan tegas, kita selesai. Seluruh jajaran partai DPRD Provinsi, Kabupaten Kota, harus segaris, senafas, seperjuangan, satu gerak langkah memenangkan para calon yang sudah kita putuskan pada hari ini dan nanti pada gelombang kedua atau gelombang ketiga berikutnya.
Terakhir, supaya tidak terlalu panjang, kepada para calon yang sudah kita deklarasikan, saya sebut nama supaya kita ingat, ada Bapak Darwin Siagian, Bapak Teddy Robinson Siahaan, Bapak Idealisman Dachi, Bapak Marganti Manullang, Bapak Raun Sitanggang, Bapak Syarfi Hutauruk, Bapak Martinus Lase. Para calon yang kita sayangi ini, kertas surat keputusan yang baru saja diterima, itu bukan sekedar kertas, ataupun surat keputusan yang bisa dibeli. Surat keputusan NasDem tidak bisa dibeli, di dalam surat keputusan itu ada doa, ada harapan, ada cita-cita, bahkan mimpi Partai NasDem yang kami titipkan kepada bapak-bapak sekalian. Harapan kami pak, Partai tidak minta proyek, Partai tidak akan minta bapak nyopet, Partai tidak akan minta bapak nyolong dari APBD, saya bisa pastikan. Partai meminta bapak memimpin rakyat kita dengan baik, menyejahterakan rakyat, membuat Partai NasDem semakin dicintai rakyat, dan 2019 kita akan menang! Kita akan menang! Kita akan menang!
Tolong pak, doa, harapan, cita-cita, bahkan mimpi Partai ini kami titipkan pada bapak-bapak sekalian, dan kami harapkan bapak menjadi Jokowi-Jokowi baru, Jokowi ada di Samosir, Jokowi ada di Tobasa, Jokowi ada di Siantar, Jokowi ada di Nias Sel, ada di Sitoli, ada di Seluruh Kabupaten di Sumatera Utara. Dan kita bisa melihat Sumatera Utara hebat, Sumatera Utara lebih baik, Sumatera Utara lebih sejahtera. Demikian sambutan saya, kita teriakan yel kita. NasDem Restorasi! NasDem Menang! NasDem Restorasi! NasDem Menang!
Wabillahi taufik wal hidayah, wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Martin Manurung
Ketua DPP Partai NasDem
Korwil Sumatera Utara