Social Icons

Minggu, 12 Juli 2015

Aku ingin menjadi tua

Sudahkah kamu menyadari bahwa dunia ini tidak adil?
Banyak kebaikan yang kalah dengan kejahatan, dan sering sekali kebenaran tertindas dengan kebohongan.
Yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap saja miskin. Meskipun si miskin berkerja jauh lebih keras dari si kaya, bahkan tak jarang harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Tapi tetap saja tidak merubah jalan hidup mereka.
 
Kita dapat dengan mudah memamerkan apa yang kita punya, sedang di tempat yang mewah, padahal ada orang di luar sana yang bahkan untuk makan pun harus bekerja dari fajar hingga tengah malam.
Dunia ini tidak adil, karena itu kita hanya hidup sementara di dunia ini. Dan hidup kekal di akhirat.

Syukur..
Manusia kadang tidak menyadari betapa bersyukurnya kita masih bisa hidup.
Asalkan masih bisa bernafas, kita patut bersyukur.
Namun sayangnya ada juga yang menyia-nyiakan kesehatannya, disaat orang lain ingin sembuh dari sakit. Merusak dirinya sendiri dengan rokok, alkohol, dan lain-lain.
 
Pernahkah kamu berpikir bahwa tubuh ini pun titipan dari Tuhan?
Di mana saat kita tak mampu merawatnya, Tuhan akan marah pada kita. Kamu tidak akan tahu kapan Tuhan akan mengambil kembali tubuh ini.
Bisa tahun depan, bulan depan, minggu depan, besok hari, atau bahkan saat kamu selesai membaca tulisan ini.

Kematian selalu dekat dengan diri kita. Ingatkah kamu akan kejadian belum lama ini, saat pesawat hercules milik TNI jatuh menimpa pemukiman warga di Medan?
Siapa yang bisa menebak bahwa kita akan menerima ajal tiba-tiba saat kita sedang asik nonton tv di rumah.
Kita juga mungkin tidak tahu apa yang terjadi dalam tubuh kita. Dan baru tahu ketika ajal sudah di depan mata.
Tapi apakah bekal kita sudah cukup untuk kehidupan setelah kematian?

Aku merinding ketika menulis ini. Aku merasa iri dengan mereka yang sudah berusia 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun..
Mereka yang masih memiliki masalah dan cobaan di hari tua, aku iri sekali.
Usiaku tahun ini 25 tahun. Dan setiap harinya aku tidak yakin akan menjalani hari tua. Kematian membayangiku setiap hari.

Iya.. aku takut. Takut sekali akan kematian.
Apa aku akan merasakan surgaNya? Atau aku akan langsung dilempar ke neraka?
Mengingat aku ini bergelimang dosa.
Tapi bukan itu yang paling membuatku takut.

Aku takut, tidak dapat merasakan menjadi seorang ibu. Aku mencintai anak-anak melebihi apapun di dunia ini. Aku orang pertama yang akan menghadang dan marah pada orang-orang yang menyakiti keponakan-keponakanku. Tapi aku juga ingin merasakan mengandung anakku sendiri. Membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Dan aku tidak akan berbicara kata-kata kasar sekalipun pada anak-anakku kelak.

Pastinya aku juga ingin mencari surga dengan menjadi istri yang soleha dan patuh pada suamiku nanti. Aku tidak akan meminta apapun yang memberatkan langkah suamiku nanti. Bukan harta yang akan aku minta. Tapi aku hanya meminta suamiku menjadi imamku menuju jalan Allah.

Andai Tuhan memberikanku kesempatan, aku ingin berbakti pada suamiku kelak, aku ingin mempunyai anak-anakku sendiri, aku ingin membesarkan anak-anakku, aku ingin menjadi tua..
Aku ingin hidup, Tuhan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates