Social Icons

Selasa, 27 Oktober 2015

Anak Band Ternyata Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Led Zeppelin adalah band yang sudah menjadi legenda dalam musik rock. Sudah tidak ada yang meragukan kualitas musik yang dihasilkan, dengan jumlah fans yang sudah mencapai jutaan di seluruh Indonesia. Digawangi oleh Jimmy Page, Robert Plan, John Paul Jones dan John Bonham. Mereka sukses menelurkan karya-karya hits dan fenomenal, sebut saja Stairway To Heaven, Blackdog, Whola Lotta Love, Kashmir, dan lain-lain.

Band asal Inggris ini lahir pada tahun 1968, masa-masa musik rock mulai mengalami kejayaan. Selain Led Zeppelin, band rock asal Inggris yang juga mengalami masa kejayaan pada tahun 70an adalah Queen, band yang terpengaruh oleh Led Zappelin dan The Who ini berisi empat orang jenius yang menghasilkan musik-musik jenius dan luar biasa, yaitu Freddie Mercury, Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon. Karya indah mereka tertuang dalam lagu Bohemian Rhapsody, March of The Black Queen, We are The Champions, Love of My Life, I Want to Break Free, Under Pressure, dan masih banyak lagi yang lainnya. Karya mereka abadi hingga saat ini, dan masih sering dilantunkan pada zaman modern ini, di tengah himpitan musik-musik pop dan elektro.

Dua band asal Inggris tersebut memang mengguncang dunia lewat musik rocknya. Namun siapa sangka bahwa Indonesia juga pada tahun 70an memiliki band beraliran musik rock yang berjaya pada masa tersebut. Ada God Bless yang terkenal dengan vokalisnya Ahmad Albar, juga gitaris Ian Antono. Selain menjadi vokalis band rock, Ahmad Albar juga sukses sebagai pemain film pada zamannya.

God Bless sendiri pada tahun 1973, dan menjadi kiblat musik rock tanah air kala itu. Tapi tahukah kamu bahwa sebelum God Bless, band legendaris Indonesia tersebut, ada band rock yang sudah lebih dahulu hadir di Indonesia dan terkenal di berbagai pesta di Jakarta, namanya Bigman Robinson. Band ini lahir pada tahun 1968, dengan personel Heru, Tono Supartono, Maxi Gunawan, Sonny dan Arief. Band Rock ini terpengaruh dengan musik-musik deep purple. Dan sempat menjadi band termasyhur pada masa itu, sebelum akhirnya mereka bubar jalan.

Memang sungguh disayangkan band rock yang baru setengah jalan tersebut harus bubar. Tapi nasib memang berkata lain. Mantan personel band Bigman Robinson memiliki jalan masing-masing yang berbeda selepas keluar dari band. Ada Jockie Surjoprajogo yang sempat bergabung dengan Bigman Brother tetapi keluar dan malah terkenal dengan God Blessnya. Ada pula Tono Supartono yang kini menjadi Ketua Tim Task Force Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) DKI Jakarta, tetapi masih pula menekuni bidang musik dengan karya terbarunya “Moving On”. Dan ada lagi Maxi Gunawan yang justru memilih menjadi pengusaha setelah keluar dari Bigman Robinson dan menyelesaikan studinya.

Banyak anggapan miring terkait anak band yang beralih menjadi pengusaha. Banyak mata yang meragukan kemampuan mereka akan wirausaha. Karena para seniman biasanya idealis dan tidak tahu strategi-strategi ekonomi di Indonesia. Hal tersebut tentunya adalah pandangan yang salah. Justru seniman paling tahu bagaimana menyenangkan hati orang lain. Yang sejalan dengan para pengusaha lewat tujuan marketing mereka, bagaimana mengambil hati pelanggan sebanyak-banyaknya.

Maxi Gunawan menjadi contoh salah satu anak band yang sukses menjadi pengusaha. Bukan pengusaha main-main, ataupun profesi tersebut dijadikan hanya sebagai sambilan. Tapi dia menekuni dengan serius profesinya tersebut, setelah tidak lagi menjadi anak band beraliran rock. Usaha dan ketekunannya membuahkan hasil, Baskin-Robbins Indonesia, Hotel Sheraton Bandara, NewsMusic, adalah sedikit dari banyaknya usaha yang sukses dikerjakan oleh Maxi Gunawan. Tak hanya itu, dia bahkan menjadi calon kuat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia pada Munas yang akan berlangsung tahun 2015 ini.

Tapi kecintaannya pada musik juga tidak luntur, serupa dengan mantan personel lainnya yang juga masih menyelam dalam dunia musik. Maxi Gunawan menyalurkan rindunya pada musik lewat albumnya My Love yang berkolaborasi dengan komposer handal Erwin Gutawa.


Nah, mulai sekarang anak band tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak keajaiban-keajaiban yang lahir dari tangan para musisi tersebut. Bukan hanya karya-karyanya yang abadi tanpa tergerus zaman. Tapi juga potensi-potensi kemampuan lain yang terdapat pada diri mereka. Bahkan anak band bisa juga menjadi pengusaha yang sukses asal tekun dan mau berusaha sungguh-sungguh. Penulis jadi tergerak hatinya untuk berwirausaha nih, siapa tahu selanjutnya saya yang bisa diceritakan sebagai pengusaha sukses. Atau kamu? Wallahu A'lam Bishawab..

Selasa, 20 Oktober 2015

Viktor Laiskodat: Kami Tidak Membangun Partai ini Main-main!

Transkrip Viktor Laiskodat,
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI di ILC Tv One 20 Oktober 2015

Yang pertama, membaca sejarah perjalanan kekuasaan di dunia, baik itu kekuasaan berkaitan akhirat, maupun kekuasaan yang berkaitan dengan duniawi. Tercatat seluruh pemimpin-pemimpinnya itu, terlibat moral, etika, dan masalah hukum. Pertanyaan lanjut, apakah yang disebut agama, Negara, even Negara pemerintahannya republic maupun monarki, ada kejatuhan yang membuat mereka mati?

Menurut saya di antara, di dalam ruangan ini di antara kita, saya yakin masih beragama dan meyakini, walaupun pendahulu-pendahulunya itu terlibat segala hal. Mereka tetap eksis, dan kita tetap mempercayai itu sebagai bagian keyakinan kita.

Dan saya sampaikan pada kesempatan kali ini, partai ini didirikan bukan semangat hanya semata-mata kekuasaan belaka, kepada sebuah nilai yang kami perjuangkan mati-matian untuk kami jaga itu.

Selanjutnya apakah Patrice Rio Capella perlu dipertahankan, konsistensi dan komitmen kami dari awal, siapapun sebagai manusia di dalam ruangan ini, tidak ada kita yang lebih sempurna, lebih luar biasa dari siapapun. Tetapi sistem yang mengatur itu, agar apabila terjadi kekeliruan karena dia sebagai manusia, sudah ada diatur. Karena itu partai meminta setiap kami, baik kader maupun fungsionaris, yang terlibat hukum, moral dan etika, dia harus mengundurkan diri, atau diberhentikan. Itu wajib!

Jadi kalau saudara Saor menyatakan innalillahi, saya bilang bung, you berhadapan dengan orang-orang yang tidak main-main. Kami tidak membangun partai ini main-main! Kalau ada satu dua kami ternyata tidak mampu bertahan karena mempertahankan nilai itu, bukan karena partainya akan mati. Nilai ini tidak akan pernah mati!

Jaksa agung diminta tarik dari NasDem, nggak ada urusan kami, itu urusan Presiden. NasDem mempersembahkan kader-kader terbaiknya. Dan NasDem, catat ini, disaat Jaksa Agung HM Prasetyo menjadi Jaksa Agung, dua orang kader NasDem ditangkap, satu menjadi Bupati Sumba Barat, Ketua NasDem, ditangkap hari ini dalam penjara. Satunya Ketua Dewan Pertimbangan, bekas Gubernur Sulawesi Tengah, hari ini dalam penjara, itu orang NasDem. Orang yang membela partai ini.

Jadi sebenarnya semangat kami bukan masalah apakah partai ini dijaga dengan kekuasaan, nggak ada urusan. Kami sepakat, bahwa tidak mungkin membangun bangsa ini dengan hanya cuma lip service, harus betul. Saya ditugaskan sebagai panglima, di parlemen sebagai ketua fraksi, untuk menjaga nilai-nilai restorasi ini tetap dijunjung tinggi.

Yang pertama saya pikir kami telah melakukan langkah-langkah yang luar biasa, dari partai ini berdiri, kami menolak betul agar uang untuk saksi itu dibayar oleh Negara. Yang kedua, mahar politik untuk kepala daerah yang tadi disampaikan oleh pak Abdullah Hehamahua, sebagai cost politik yang membuat seluruh kader bangsa ini maju menjadi pemimpin bangsa ini sangat mahal harganya, kami meniadakan itu, tidak ada mahar politik! Masuk dari Partai NasDem gratis. Kami menyediakan semuanya, sampai survey pun kami yang bayar. Jadi kalau main cawe-cawean yang bangsa begini, bukan main kami.

Selanjutnya tercatat dalam sejarah saya sebagai ketua fraksi, kami menolak dana aspirasi yang puluhan miliar, kalau hanya mau makan-makan kecil, ngapain, puluhan miliar. Dan itu saya pastikan, kalau itu kami jalankan, pasti korupsi. Banyak yang terjadi.

Lalu tentang pembangunan gedung DPR yang melampaui dari batas, harusnya kalau satu cukup, salahnya terlalu banyak bangunnya. Kalau satu saja untuk kepentingan ruangan, mungkin kalau sempit yah bangun ruangan yang cukup.

Yang selanjutnya kenaikan dana tunjangan, banyak hal yang kami tolak, apa maksudnya? Nilai ini kami perjuangkan! Kalau ditanya tentang Rio, ya salah lah, sudah jadi sekjen, jadi anggota DPR RI, masih ada yang mau bayar dan mau terima, itu salah! Urusan hukum, bung Maqdir. Tapi partai ini menyatakan, siapapun seperti itu, partai tidak menolak, salah! Dan kami meminta menyatakan ini kesalahan.

Dan karena itu beliau mengerti bahwa ini salah, maka dia sampaikan bahwa saya mundur. Mundur dari sekjen, dalam 3 jam 3 jabatan hilang, sebagai sekjen, sebagai anggota DPR RI, dan sebagai kader ataupun keanggotaan Partai. Ini komitmen besar kami, tidak ada main-main kami untuk membangun partai ini. Dan karena itu dalam perjalanan kami, kami harapkan kepada semua, kalau bicara, bung pakai bukti. KPK kalau ada siapapun dalam Partai NasDem, buka, periksa, tangkap! Jangan main opini!

Ada Jaksa Agung terlibat, ada Ketua Umum terlibat, melemahkan semua kita, saling mencurigai, apa betul apa tidak?! Buka! Kalau tidak ada sampaikan, bahwa itu keliru, tidak ada. Jangan main-main di antara kita, kita membangun bangsa ini dengan kejujuran hati, jangan kita saling membuang isu, opini, melemahkan sana sini. Pembangunannya diatur, Jaksa Agung anda pengen ganti, yah kalau ada yang mau jadi Jaksa Agung silahkan aja tanya Presiden, tertarik nggak, Presiden saya cocok jadi Jaksa Agung, ganti. Nggak ada urusan sama NasDem. Nggak ada urusan!

Kami membangun partai ini bukan dari kekuasaan. Kami bangun partai ini dengan sebuah nilai, ideologi yang kami yakini, bahwa bangsa ini kemudian dengan nilai-nilai yang kami jaga, melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel, mampu mempertahankan harkat dan martabat bangsa ini, yang telah diperjuangkan dengan darah, nyawa yang luar biasa.

Karena itu saya tantang siapapun, mari kita gali ke dalam. Karena itu kami berkunjung, ada banyak yang menentang kami berkunjung ke LSM-LSM ini. Bukan berkunjung mencari dukungan. Hey, you kalau tidak percaya mari kita periksa, panggil siapapun, KPK, jangan tunggu, periksa! Tapi saya bilang, kalau main-main membuat opini yang nggak-nggak, melemahkan partai ini, kau berhadapan dengan saya. Berhadapan dengan saya, saya pastikan itu. Terima kasih

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates