Led Zeppelin adalah band yang
sudah menjadi legenda dalam musik rock. Sudah tidak ada yang meragukan kualitas
musik yang dihasilkan, dengan jumlah fans yang sudah mencapai jutaan di seluruh
Indonesia. Digawangi oleh Jimmy Page, Robert Plan, John Paul Jones dan John
Bonham. Mereka sukses menelurkan karya-karya hits dan fenomenal, sebut saja
Stairway To Heaven, Blackdog, Whola Lotta Love, Kashmir, dan lain-lain.
Band asal Inggris ini lahir pada
tahun 1968, masa-masa musik rock mulai mengalami kejayaan. Selain Led Zeppelin,
band rock asal Inggris yang juga mengalami masa kejayaan pada tahun 70an adalah
Queen, band yang terpengaruh oleh Led Zappelin dan The Who ini berisi empat
orang jenius yang menghasilkan musik-musik jenius dan luar biasa, yaitu Freddie
Mercury, Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon. Karya indah mereka tertuang
dalam lagu Bohemian Rhapsody, March of The Black Queen, We are The Champions,
Love of My Life, I Want to Break Free, Under Pressure, dan masih banyak lagi
yang lainnya. Karya mereka abadi hingga saat ini, dan masih sering dilantunkan
pada zaman modern ini, di tengah himpitan musik-musik pop dan elektro.
Dua band asal Inggris tersebut
memang mengguncang dunia lewat musik rocknya. Namun siapa sangka bahwa Indonesia
juga pada tahun 70an memiliki band beraliran musik rock yang berjaya pada masa
tersebut. Ada God Bless yang terkenal dengan vokalisnya Ahmad Albar, juga
gitaris Ian Antono. Selain menjadi vokalis band rock, Ahmad Albar juga sukses
sebagai pemain film pada zamannya.
God Bless sendiri pada tahun
1973, dan menjadi kiblat musik rock tanah air kala itu. Tapi tahukah kamu bahwa
sebelum God Bless, band legendaris Indonesia tersebut, ada band rock yang sudah
lebih dahulu hadir di Indonesia dan terkenal di berbagai pesta di Jakarta,
namanya Bigman Robinson. Band ini lahir pada tahun 1968, dengan personel Heru,
Tono Supartono, Maxi Gunawan, Sonny dan Arief. Band Rock ini terpengaruh dengan
musik-musik deep purple. Dan sempat menjadi band termasyhur pada masa itu,
sebelum akhirnya mereka bubar jalan.
Memang sungguh disayangkan band
rock yang baru setengah jalan tersebut harus bubar. Tapi nasib memang berkata
lain. Mantan personel band Bigman Robinson memiliki jalan masing-masing yang
berbeda selepas keluar dari band. Ada Jockie Surjoprajogo yang sempat bergabung
dengan Bigman Brother tetapi keluar dan malah terkenal dengan God Blessnya. Ada
pula Tono Supartono yang kini menjadi Ketua Tim Task Force Ikatan Motor Besar
Indonesia (IMBI) DKI Jakarta, tetapi masih pula menekuni bidang musik dengan
karya terbarunya “Moving On”. Dan ada lagi Maxi Gunawan yang justru memilih
menjadi pengusaha setelah keluar dari Bigman Robinson dan menyelesaikan
studinya.
Banyak anggapan miring terkait
anak band yang beralih menjadi pengusaha. Banyak mata yang meragukan kemampuan
mereka akan wirausaha. Karena para seniman biasanya idealis dan tidak tahu
strategi-strategi ekonomi di Indonesia. Hal tersebut tentunya adalah pandangan
yang salah. Justru seniman paling tahu bagaimana menyenangkan hati orang lain. Yang
sejalan dengan para pengusaha lewat tujuan marketing mereka, bagaimana mengambil
hati pelanggan sebanyak-banyaknya.
Maxi Gunawan menjadi contoh salah
satu anak band yang sukses menjadi pengusaha. Bukan pengusaha main-main,
ataupun profesi tersebut dijadikan hanya sebagai sambilan. Tapi dia menekuni
dengan serius profesinya tersebut, setelah tidak lagi menjadi anak band
beraliran rock. Usaha dan ketekunannya membuahkan hasil, Baskin-Robbins
Indonesia, Hotel Sheraton Bandara, NewsMusic, adalah sedikit dari banyaknya
usaha yang sukses dikerjakan oleh Maxi Gunawan. Tak hanya itu, dia bahkan
menjadi calon kuat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia pada
Munas yang akan berlangsung tahun 2015 ini.
Tapi kecintaannya pada musik juga
tidak luntur, serupa dengan mantan personel lainnya yang juga masih menyelam
dalam dunia musik. Maxi Gunawan menyalurkan rindunya pada musik lewat albumnya
My Love yang berkolaborasi dengan komposer handal Erwin Gutawa.
Nah, mulai sekarang anak band
tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak keajaiban-keajaiban yang lahir dari
tangan para musisi tersebut. Bukan hanya karya-karyanya yang abadi tanpa
tergerus zaman. Tapi juga potensi-potensi kemampuan lain yang terdapat pada
diri mereka. Bahkan anak band bisa juga menjadi pengusaha yang sukses asal
tekun dan mau berusaha sungguh-sungguh. Penulis jadi tergerak hatinya untuk
berwirausaha nih, siapa tahu selanjutnya saya yang bisa diceritakan sebagai
pengusaha sukses. Atau kamu? Wallahu A'lam Bishawab..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar