Transkrip Viktor Laiskodat,
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI di ILC Tv One 20 Oktober 2015
Yang pertama, membaca sejarah perjalanan kekuasaan di dunia, baik itu kekuasaan berkaitan akhirat, maupun kekuasaan yang berkaitan dengan duniawi. Tercatat seluruh pemimpin-pemimpinnya itu, terlibat moral, etika, dan masalah hukum. Pertanyaan lanjut, apakah yang disebut agama, Negara, even Negara pemerintahannya republic maupun monarki, ada kejatuhan yang membuat mereka mati?
Menurut saya di antara, di dalam ruangan ini di antara kita, saya yakin masih beragama dan meyakini, walaupun pendahulu-pendahulunya itu terlibat segala hal. Mereka tetap eksis, dan kita tetap mempercayai itu sebagai bagian keyakinan kita.
Dan saya sampaikan pada kesempatan kali ini, partai ini didirikan bukan semangat hanya semata-mata kekuasaan belaka, kepada sebuah nilai yang kami perjuangkan mati-matian untuk kami jaga itu.
Selanjutnya apakah Patrice Rio Capella perlu dipertahankan, konsistensi dan komitmen kami dari awal, siapapun sebagai manusia di dalam ruangan ini, tidak ada kita yang lebih sempurna, lebih luar biasa dari siapapun. Tetapi sistem yang mengatur itu, agar apabila terjadi kekeliruan karena dia sebagai manusia, sudah ada diatur. Karena itu partai meminta setiap kami, baik kader maupun fungsionaris, yang terlibat hukum, moral dan etika, dia harus mengundurkan diri, atau diberhentikan. Itu wajib!
Jadi kalau saudara Saor menyatakan innalillahi, saya bilang bung, you berhadapan dengan orang-orang yang tidak main-main. Kami tidak membangun partai ini main-main! Kalau ada satu dua kami ternyata tidak mampu bertahan karena mempertahankan nilai itu, bukan karena partainya akan mati. Nilai ini tidak akan pernah mati!
Jaksa agung diminta tarik dari NasDem, nggak ada urusan kami, itu urusan Presiden. NasDem mempersembahkan kader-kader terbaiknya. Dan NasDem, catat ini, disaat Jaksa Agung HM Prasetyo menjadi Jaksa Agung, dua orang kader NasDem ditangkap, satu menjadi Bupati Sumba Barat, Ketua NasDem, ditangkap hari ini dalam penjara. Satunya Ketua Dewan Pertimbangan, bekas Gubernur Sulawesi Tengah, hari ini dalam penjara, itu orang NasDem. Orang yang membela partai ini.
Jadi sebenarnya semangat kami bukan masalah apakah partai ini dijaga dengan kekuasaan, nggak ada urusan. Kami sepakat, bahwa tidak mungkin membangun bangsa ini dengan hanya cuma lip service, harus betul. Saya ditugaskan sebagai panglima, di parlemen sebagai ketua fraksi, untuk menjaga nilai-nilai restorasi ini tetap dijunjung tinggi.
Yang pertama saya pikir kami telah melakukan langkah-langkah yang luar biasa, dari partai ini berdiri, kami menolak betul agar uang untuk saksi itu dibayar oleh Negara. Yang kedua, mahar politik untuk kepala daerah yang tadi disampaikan oleh pak Abdullah Hehamahua, sebagai cost politik yang membuat seluruh kader bangsa ini maju menjadi pemimpin bangsa ini sangat mahal harganya, kami meniadakan itu, tidak ada mahar politik! Masuk dari Partai NasDem gratis. Kami menyediakan semuanya, sampai survey pun kami yang bayar. Jadi kalau main cawe-cawean yang bangsa begini, bukan main kami.
Selanjutnya tercatat dalam sejarah saya sebagai ketua fraksi, kami menolak dana aspirasi yang puluhan miliar, kalau hanya mau makan-makan kecil, ngapain, puluhan miliar. Dan itu saya pastikan, kalau itu kami jalankan, pasti korupsi. Banyak yang terjadi.
Lalu tentang pembangunan gedung DPR yang melampaui dari batas, harusnya kalau satu cukup, salahnya terlalu banyak bangunnya. Kalau satu saja untuk kepentingan ruangan, mungkin kalau sempit yah bangun ruangan yang cukup.
Yang selanjutnya kenaikan dana tunjangan, banyak hal yang kami tolak, apa maksudnya? Nilai ini kami perjuangkan! Kalau ditanya tentang Rio, ya salah lah, sudah jadi sekjen, jadi anggota DPR RI, masih ada yang mau bayar dan mau terima, itu salah! Urusan hukum, bung Maqdir. Tapi partai ini menyatakan, siapapun seperti itu, partai tidak menolak, salah! Dan kami meminta menyatakan ini kesalahan.
Dan karena itu beliau mengerti bahwa ini salah, maka dia sampaikan bahwa saya mundur. Mundur dari sekjen, dalam 3 jam 3 jabatan hilang, sebagai sekjen, sebagai anggota DPR RI, dan sebagai kader ataupun keanggotaan Partai. Ini komitmen besar kami, tidak ada main-main kami untuk membangun partai ini. Dan karena itu dalam perjalanan kami, kami harapkan kepada semua, kalau bicara, bung pakai bukti. KPK kalau ada siapapun dalam Partai NasDem, buka, periksa, tangkap! Jangan main opini!
Ada Jaksa Agung terlibat, ada Ketua Umum terlibat, melemahkan semua kita, saling mencurigai, apa betul apa tidak?! Buka! Kalau tidak ada sampaikan, bahwa itu keliru, tidak ada. Jangan main-main di antara kita, kita membangun bangsa ini dengan kejujuran hati, jangan kita saling membuang isu, opini, melemahkan sana sini. Pembangunannya diatur, Jaksa Agung anda pengen ganti, yah kalau ada yang mau jadi Jaksa Agung silahkan aja tanya Presiden, tertarik nggak, Presiden saya cocok jadi Jaksa Agung, ganti. Nggak ada urusan sama NasDem. Nggak ada urusan!
Kami membangun partai ini bukan dari kekuasaan. Kami bangun partai ini dengan sebuah nilai, ideologi yang kami yakini, bahwa bangsa ini kemudian dengan nilai-nilai yang kami jaga, melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel, mampu mempertahankan harkat dan martabat bangsa ini, yang telah diperjuangkan dengan darah, nyawa yang luar biasa.
Karena itu saya tantang siapapun, mari kita gali ke dalam. Karena itu kami berkunjung, ada banyak yang menentang kami berkunjung ke LSM-LSM ini. Bukan berkunjung mencari dukungan. Hey, you kalau tidak percaya mari kita periksa, panggil siapapun, KPK, jangan tunggu, periksa! Tapi saya bilang, kalau main-main membuat opini yang nggak-nggak, melemahkan partai ini, kau berhadapan dengan saya. Berhadapan dengan saya, saya pastikan itu. Terima kasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar