Social Icons

Senin, 14 Desember 2015

Orang Nomor 1 di Jasmev, Diangkat Menjadi Komisaris Danareksa

www.teropongsenayan.com

Siapa pembaca di sini yang belum mengetahui JASMEV atau Kartika Djoemadi? Semenjak zaman pilgub DKI Jakarta tahun 2012 lalu, muncul lah sosok Jokowi dan Ahok yang fenomenal dan memiliki fans masing-masing. Dua karakter berbeda, Jokowi terkenal dengan gayanya yang sederhana dan merakyat, Ahok dengan gayanya yang lugas dan apa adanya. Dua-duanya memiliki persamaan, yaitu: jujur, bersih, dan sungguh-sungguh mengabdi untuk rakyat. Pada Agustus 2012, lahirlah organisasi relawan bernama JASMEV, dengan akronim Jokowi-Ahok Social Media Volunteers. Pendiri JASMEV kala itu adalah Kartika Djoemadi, Sony Subrata, Alexander Ferry, dan Alexander Jerry.

Dengan menangnya Jokowi Ahok menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, membuat keberadaan JASMEV menjadi non aktif untuk waktu yang sementara, karena tugasnya mengantar Jokowi Ahok memenangkan Pilgub sudah selesai. Tapi pada tahun 2014 saat masa Pilpres akan tiba, PDIP melalui Ketua Umumnya Megawati Soekarno Putri, memberikan mandat pada Joko Widodo atau Jokowi, untuk menjadi Calon Presiden RI tahun 2014. Begitu Jokowi resmi menyatakan diri menjadi Calon Presiden RI 2014, JASMEV yang tadinya non aktif ini kembali lagi dalam dunia sosial media, dan menyatakan akan membantu Jokowi bersama puluhan ribu relawan JASMEV di seluruh Indonesia bahkan di luar negeri, dalam memenangkan Jokowi di Pilpres 2014 ini. Pertarungan Pilpres kali ini yang tidak mengusung Ahok sebagai wakil Jokowi, membuat JASMEV mengubah akronimnya menjadi Jokowi Advanced Social Media Volunteers.

www.tribunnews.com
JASMEV yang dipimpin oleh Kartika Djoemadi ini menunjukkan taringnya, dan kerap membuat rame dunia sosial media Indonesia, hingga tidak berhenti mencetak Trending Topic setiap harinya saat masa kampanye tersebut. Kesuksesan Kartika Djoemadi dan JASMEV nya inilah yang sering menjadi sasaran para panasbung untuk membully dengan bahasa-bahasa yang kasar, bahkan fitnah-fitnah kejam. Rasa iri tersebut bertambah ketika akhirnya JASMEV kembali dengan sukses mengantarkan Jokowi memenangkan pertarungan Pilpres, dan menjadi Presiden RI. Nama Kartika Djoemadi pun semakin merebak, ditambah saat Kartika Djoemadi diangkat menjadi Komisaris Independen salah satu BUMN yaitu, Danareksa.


Publik mulai ramai membincangkannya pada awal bulan Desember setelah adanya konferensi pers, padahal Kartika Djoemadi diangkat menjadi Komisaris Danareksa sudah dari tanggal 27 Oktober 2015. Banyak gosip miring karena diangkatnya Kartika Djoemadi yang merupakan relawan Jokowi menjadi Komisaris BUMN. Banyak pula yang meremehkan dan meragukan kualitasnya sehingga bisa menjadi komisaris. Tapi semua keraguan tersebut dibantah oleh Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro, dalam kesempatannya diwawancarai wartawan, dia mengatakan bahwa Kartika Djoemadi memenuhi semua syarat untuk menjadi Komisaris BUMN, dan berhasil unggul dibandingkan kandidat-kandidat calon komisaris lain. Ini menjawab bahwa terpilihnya Kartika Djoemadi menjadi Komisaris Danareksa bukan karena dia adalah seorang relawan Jokowi, tapi karena kualitas yang dimilikinya sendiri. Yah kita tunggu saja apa Kartika Djoemadi bersama komisaris danareksa lainnya berhasil menyelesaikan masalah-masalah yang membelit perusahan BUMN tersebut.

Sumber:
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/12/10/201534226/Menteri.BUMN.Terkesan.Menghindar.Ditanya.soal.Komisaris.Danareksa

https://id.wikipedia.org/wiki/Kartika_Djoemadi

http://bisnisdanlingkungan.com/2015/12/10/kartika-djoemadi-diangkat-jadi-komisaris-danareksa/

Senin, 30 November 2015

Edi Purwanto Memiliki Jumlah Harta Kekayaan Paling Sedikit

https://www.kpud-jambiprov.go.id


Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang sudah dilansir, berikut adalah laporanharta kekayaan para calon kepala daerah di Jambi.
Pasangan Nomor 1:
HBA:                      Rp. 2.641.662.000
Edi Purwanto:    Rp. 1.501.366.167

Pasangan Nomor Urut 2:
Zumi Zola:           Rp. 3.520.000.047
Fahrori:                Rp. 4.116.592.181

Jika melihat laporan kekayaan di atas, pasangan nomor urut 1 memiliki jumlah kekayaan lebih kecil dibandingkan dengan pasangan nomor urut 2. Dan Calon Wakil Gubernur dari pasangan nomor urut 1, Edi Purwanto memiliki jumlah kekayaan yang paling sedikit dibandingkan calon kepala daerah lainnya.

Usut punya usut, meskipun seorang pengusaha, tapi Edi Purwanto ini ternyata memulai usahanya benar-benar dari nol. Mulai dari menjual limun saat masih kecil, memulai usaha kecil-kecilan saat masih kuliah, sampai akhirnya bisa membuat perusahaan percetakan. Semua itu dia kerjakan sendiri. Dengan usaha dan kerja kerasnya sendiri.

Edi Purwanto berasal dari keluarga petani yang sederhana, lahir dari orangtua yang merupakan rakyat biasa. Berbeda dengan calon kepala nomor urut 2, Zumi Zola yang memang keturunan dari seorang Gubernur Jambi. Meski sama-sama muda, harta kekayaan Zumi Zola dan Edi Purwanto sangat jauh berbeda. Kekayaan Zumi Zola sampai dua kali lipat dari kekayaan Edi Purwanto.

Dengan umurnya yang masih 35 tahun, sangat wajar jika Edi Purwanto yang seorang pengusaha muda memiliki jumlah kekayaan Rp. 1.501.366.167. Meskipun memiliki harta kekayaan yang paling sedikit, tapi jika diperoleh dengan cara yang jujur dan tanpa korupsi, tentunya akan sangat berarti dan memiliki nilai yang positif di mata masyarakat.

Laporan harta kekayaan ini sangat penting diketahui oleh masyarakat, agar masyarakat bisa mengetahui dan menganalisa antara jumlah harta, dan rekam jejak calon kepala daerah tersebut. Sehingga tercipta budaya pemimpin yang bersih, jujur dan transparan.

HBA-Edi: Menuju Jambi Satu


Pilkada serentak tinggal hitungan jam saja, besok tepat pada tanggal 9 Desember, masyarakat akan berbondong-bondong datang ke TPS untuk memilih calon pemimpin yang sesuai dengan hatinya. Ah tentunya jika masyrakat benar-benar memilih berdasarkan hati dan kemampuan pasangan calon pemimpin. Lain halnya jika ada masyarakat yang memilih karena suaranya dibeli. Rasanya sedih jika suara teman-teman dibeli hanya dengan uang 100 ribu atau 50 ribu rupiah saja. Satu suara adalah harga diri kita. Apa mau jika harga diri kita dibeli? Semoga tidak yah.

HBA-Edi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jambi nomor urut 1, adalah pasangan yang calon Gubernurnya merupakan Gubernur Jambi saat ini, meskipun sekarang sedang digantikan oleh plt, karena maju kembali mencalonkan diri. HBA adalah kader Partai Demokrat dan Edi Purwanto adalah seorang kader PDIP. Mereka diusung oleh Partai Demokrat, PDIP, Gerindra, PKS. Dengan diusung oleh partai-partai besar tersebut, kemungkinan mereka terpilih cukup besar. Apalagi HBA adalah seorang incumbent. Selama masa kampanye juga telah diadakan survey dari CEPP dengan hasil 47,2% untuk pasangan HBA-Edi dan 36,05% untuk pasangan ZZ-Fahrori.


Dengan hasil survey di atas, pasangan nomor urut 1 tersebut merasa yakin dapat memenangkan pilkada Jambi ini. Tentunya masyarakat yang menginginkan untuk melanjutkan program dan pembangunan Jambi akan kembali memliih HBA. Meskipun banyak suara sumbang dan fitnah yang diyakini berasal dari black campaign. Tapi masyarakat Jambi sudah cerdas, dan tidak terpengaruh dengan isu murahan yang ditebar. HBA Edi sudah siap untuk memenangkan pertarungan esok hari bersama masyarakat Jambi, bersatu demi tujuan yang baik, satu suara untuk harga diri, bersatu menuju Jambi Satu.

Rekam Jejak Edi Purwanto



Pria berperawakan kurus tinggi itu bernama Edi Purwanto, lahir di Batu Putih tanggal 4 Juli 1980. Menjadikan Edi Purwanto atau akrab disapa mas Pur ini sebagai salah satu calon pemimpin daerah yang masih berusia muda. Bagaimana rekam jejaknya ke belakang sebagai salah satu kandidat yang berusia muda? Apakah sudah cukup pengalaman dan prestasinyanya atau hanya anak muda yang coba-coba saja mengikuti pertarungan 5 tahun sekali ini?

Edi Purwanto ini memulai riwayat organisasinya sejak dibangku kuliah, dengan menjadi aktivis kampus, Edi berhasil menjadi Bendahara Umum HMI Cabang Jambi pada tahun 2001-2002. Dan di kepengurusan HMI Cabang Jambi selanjutnya ia menjadi Kepala Bidang. Di organisasi intra kampus, Edi Purwanto berprestasi dengan menjadi Presiden BEM IAIN STS Jambi pada periode 2003-2004. Bahkan sebelum menjadi Presiden BEM, dia sudah berhasil menjadi Ketua Umum IPQOH IAIN STS Jambi tahun 2002-2003. Di tahun yang sama ia juga menjadi Menteri Seni, Budaya, dan Olahraga BEM IAIN STS Jambi. Tidak ketinggalan, Edi Purwanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PD Baitul Muslimin Indonesia Provinsi Jambi tahun 2007-2012.

Saat mulai memasuki dunia politik, langkah pertama yang dilakukan Edi Purwanto adalah dengan menjadi kader PDIP. Tidak lama berselang setelah menjadi kader PDIP, ia diangkat menjadi wakil ketua DPD PDIP Provinsi Jambi periode 2005-2008. Konsistensinya dalam menjalankan tanggung jawabnya, membuat dia berhasil menjadi anggota DPRD Provinsi Jambi, bahkan menjadi wakil ketua DPRD  tahun 2014-2019. Selain berkancah di bidang politik, ia juga menjalankan usaha advertising dan percetakan yang sudah dirintisnya sejak tahun 2008 bernama CV Madani Utama, dengan jabatan sebagai Direktur Utama.


Panjang juga yah perjalanan Edi Purwanto ini sampai dia sekarang akhirnya bisa maju menjadi Calon Wakil Gubernur Provinsi Jambi. Nah penilaian diberikan pada masyarakat sendiri, apa kah seorang Edi Purwanto dengan rekam jejak di atas cocok menjadi Wakil Gubernur Jambi untuk 5 tahun ke depan?

Selasa, 27 Oktober 2015

Anak Band Ternyata Bisa Jadi Pengusaha Sukses

Led Zeppelin adalah band yang sudah menjadi legenda dalam musik rock. Sudah tidak ada yang meragukan kualitas musik yang dihasilkan, dengan jumlah fans yang sudah mencapai jutaan di seluruh Indonesia. Digawangi oleh Jimmy Page, Robert Plan, John Paul Jones dan John Bonham. Mereka sukses menelurkan karya-karya hits dan fenomenal, sebut saja Stairway To Heaven, Blackdog, Whola Lotta Love, Kashmir, dan lain-lain.

Band asal Inggris ini lahir pada tahun 1968, masa-masa musik rock mulai mengalami kejayaan. Selain Led Zeppelin, band rock asal Inggris yang juga mengalami masa kejayaan pada tahun 70an adalah Queen, band yang terpengaruh oleh Led Zappelin dan The Who ini berisi empat orang jenius yang menghasilkan musik-musik jenius dan luar biasa, yaitu Freddie Mercury, Brian May, Roger Taylor, dan John Deacon. Karya indah mereka tertuang dalam lagu Bohemian Rhapsody, March of The Black Queen, We are The Champions, Love of My Life, I Want to Break Free, Under Pressure, dan masih banyak lagi yang lainnya. Karya mereka abadi hingga saat ini, dan masih sering dilantunkan pada zaman modern ini, di tengah himpitan musik-musik pop dan elektro.

Dua band asal Inggris tersebut memang mengguncang dunia lewat musik rocknya. Namun siapa sangka bahwa Indonesia juga pada tahun 70an memiliki band beraliran musik rock yang berjaya pada masa tersebut. Ada God Bless yang terkenal dengan vokalisnya Ahmad Albar, juga gitaris Ian Antono. Selain menjadi vokalis band rock, Ahmad Albar juga sukses sebagai pemain film pada zamannya.

God Bless sendiri pada tahun 1973, dan menjadi kiblat musik rock tanah air kala itu. Tapi tahukah kamu bahwa sebelum God Bless, band legendaris Indonesia tersebut, ada band rock yang sudah lebih dahulu hadir di Indonesia dan terkenal di berbagai pesta di Jakarta, namanya Bigman Robinson. Band ini lahir pada tahun 1968, dengan personel Heru, Tono Supartono, Maxi Gunawan, Sonny dan Arief. Band Rock ini terpengaruh dengan musik-musik deep purple. Dan sempat menjadi band termasyhur pada masa itu, sebelum akhirnya mereka bubar jalan.

Memang sungguh disayangkan band rock yang baru setengah jalan tersebut harus bubar. Tapi nasib memang berkata lain. Mantan personel band Bigman Robinson memiliki jalan masing-masing yang berbeda selepas keluar dari band. Ada Jockie Surjoprajogo yang sempat bergabung dengan Bigman Brother tetapi keluar dan malah terkenal dengan God Blessnya. Ada pula Tono Supartono yang kini menjadi Ketua Tim Task Force Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI) DKI Jakarta, tetapi masih pula menekuni bidang musik dengan karya terbarunya “Moving On”. Dan ada lagi Maxi Gunawan yang justru memilih menjadi pengusaha setelah keluar dari Bigman Robinson dan menyelesaikan studinya.

Banyak anggapan miring terkait anak band yang beralih menjadi pengusaha. Banyak mata yang meragukan kemampuan mereka akan wirausaha. Karena para seniman biasanya idealis dan tidak tahu strategi-strategi ekonomi di Indonesia. Hal tersebut tentunya adalah pandangan yang salah. Justru seniman paling tahu bagaimana menyenangkan hati orang lain. Yang sejalan dengan para pengusaha lewat tujuan marketing mereka, bagaimana mengambil hati pelanggan sebanyak-banyaknya.

Maxi Gunawan menjadi contoh salah satu anak band yang sukses menjadi pengusaha. Bukan pengusaha main-main, ataupun profesi tersebut dijadikan hanya sebagai sambilan. Tapi dia menekuni dengan serius profesinya tersebut, setelah tidak lagi menjadi anak band beraliran rock. Usaha dan ketekunannya membuahkan hasil, Baskin-Robbins Indonesia, Hotel Sheraton Bandara, NewsMusic, adalah sedikit dari banyaknya usaha yang sukses dikerjakan oleh Maxi Gunawan. Tak hanya itu, dia bahkan menjadi calon kuat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia pada Munas yang akan berlangsung tahun 2015 ini.

Tapi kecintaannya pada musik juga tidak luntur, serupa dengan mantan personel lainnya yang juga masih menyelam dalam dunia musik. Maxi Gunawan menyalurkan rindunya pada musik lewat albumnya My Love yang berkolaborasi dengan komposer handal Erwin Gutawa.


Nah, mulai sekarang anak band tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak keajaiban-keajaiban yang lahir dari tangan para musisi tersebut. Bukan hanya karya-karyanya yang abadi tanpa tergerus zaman. Tapi juga potensi-potensi kemampuan lain yang terdapat pada diri mereka. Bahkan anak band bisa juga menjadi pengusaha yang sukses asal tekun dan mau berusaha sungguh-sungguh. Penulis jadi tergerak hatinya untuk berwirausaha nih, siapa tahu selanjutnya saya yang bisa diceritakan sebagai pengusaha sukses. Atau kamu? Wallahu A'lam Bishawab..

Selasa, 20 Oktober 2015

Viktor Laiskodat: Kami Tidak Membangun Partai ini Main-main!

Transkrip Viktor Laiskodat,
Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI di ILC Tv One 20 Oktober 2015

Yang pertama, membaca sejarah perjalanan kekuasaan di dunia, baik itu kekuasaan berkaitan akhirat, maupun kekuasaan yang berkaitan dengan duniawi. Tercatat seluruh pemimpin-pemimpinnya itu, terlibat moral, etika, dan masalah hukum. Pertanyaan lanjut, apakah yang disebut agama, Negara, even Negara pemerintahannya republic maupun monarki, ada kejatuhan yang membuat mereka mati?

Menurut saya di antara, di dalam ruangan ini di antara kita, saya yakin masih beragama dan meyakini, walaupun pendahulu-pendahulunya itu terlibat segala hal. Mereka tetap eksis, dan kita tetap mempercayai itu sebagai bagian keyakinan kita.

Dan saya sampaikan pada kesempatan kali ini, partai ini didirikan bukan semangat hanya semata-mata kekuasaan belaka, kepada sebuah nilai yang kami perjuangkan mati-matian untuk kami jaga itu.

Selanjutnya apakah Patrice Rio Capella perlu dipertahankan, konsistensi dan komitmen kami dari awal, siapapun sebagai manusia di dalam ruangan ini, tidak ada kita yang lebih sempurna, lebih luar biasa dari siapapun. Tetapi sistem yang mengatur itu, agar apabila terjadi kekeliruan karena dia sebagai manusia, sudah ada diatur. Karena itu partai meminta setiap kami, baik kader maupun fungsionaris, yang terlibat hukum, moral dan etika, dia harus mengundurkan diri, atau diberhentikan. Itu wajib!

Jadi kalau saudara Saor menyatakan innalillahi, saya bilang bung, you berhadapan dengan orang-orang yang tidak main-main. Kami tidak membangun partai ini main-main! Kalau ada satu dua kami ternyata tidak mampu bertahan karena mempertahankan nilai itu, bukan karena partainya akan mati. Nilai ini tidak akan pernah mati!

Jaksa agung diminta tarik dari NasDem, nggak ada urusan kami, itu urusan Presiden. NasDem mempersembahkan kader-kader terbaiknya. Dan NasDem, catat ini, disaat Jaksa Agung HM Prasetyo menjadi Jaksa Agung, dua orang kader NasDem ditangkap, satu menjadi Bupati Sumba Barat, Ketua NasDem, ditangkap hari ini dalam penjara. Satunya Ketua Dewan Pertimbangan, bekas Gubernur Sulawesi Tengah, hari ini dalam penjara, itu orang NasDem. Orang yang membela partai ini.

Jadi sebenarnya semangat kami bukan masalah apakah partai ini dijaga dengan kekuasaan, nggak ada urusan. Kami sepakat, bahwa tidak mungkin membangun bangsa ini dengan hanya cuma lip service, harus betul. Saya ditugaskan sebagai panglima, di parlemen sebagai ketua fraksi, untuk menjaga nilai-nilai restorasi ini tetap dijunjung tinggi.

Yang pertama saya pikir kami telah melakukan langkah-langkah yang luar biasa, dari partai ini berdiri, kami menolak betul agar uang untuk saksi itu dibayar oleh Negara. Yang kedua, mahar politik untuk kepala daerah yang tadi disampaikan oleh pak Abdullah Hehamahua, sebagai cost politik yang membuat seluruh kader bangsa ini maju menjadi pemimpin bangsa ini sangat mahal harganya, kami meniadakan itu, tidak ada mahar politik! Masuk dari Partai NasDem gratis. Kami menyediakan semuanya, sampai survey pun kami yang bayar. Jadi kalau main cawe-cawean yang bangsa begini, bukan main kami.

Selanjutnya tercatat dalam sejarah saya sebagai ketua fraksi, kami menolak dana aspirasi yang puluhan miliar, kalau hanya mau makan-makan kecil, ngapain, puluhan miliar. Dan itu saya pastikan, kalau itu kami jalankan, pasti korupsi. Banyak yang terjadi.

Lalu tentang pembangunan gedung DPR yang melampaui dari batas, harusnya kalau satu cukup, salahnya terlalu banyak bangunnya. Kalau satu saja untuk kepentingan ruangan, mungkin kalau sempit yah bangun ruangan yang cukup.

Yang selanjutnya kenaikan dana tunjangan, banyak hal yang kami tolak, apa maksudnya? Nilai ini kami perjuangkan! Kalau ditanya tentang Rio, ya salah lah, sudah jadi sekjen, jadi anggota DPR RI, masih ada yang mau bayar dan mau terima, itu salah! Urusan hukum, bung Maqdir. Tapi partai ini menyatakan, siapapun seperti itu, partai tidak menolak, salah! Dan kami meminta menyatakan ini kesalahan.

Dan karena itu beliau mengerti bahwa ini salah, maka dia sampaikan bahwa saya mundur. Mundur dari sekjen, dalam 3 jam 3 jabatan hilang, sebagai sekjen, sebagai anggota DPR RI, dan sebagai kader ataupun keanggotaan Partai. Ini komitmen besar kami, tidak ada main-main kami untuk membangun partai ini. Dan karena itu dalam perjalanan kami, kami harapkan kepada semua, kalau bicara, bung pakai bukti. KPK kalau ada siapapun dalam Partai NasDem, buka, periksa, tangkap! Jangan main opini!

Ada Jaksa Agung terlibat, ada Ketua Umum terlibat, melemahkan semua kita, saling mencurigai, apa betul apa tidak?! Buka! Kalau tidak ada sampaikan, bahwa itu keliru, tidak ada. Jangan main-main di antara kita, kita membangun bangsa ini dengan kejujuran hati, jangan kita saling membuang isu, opini, melemahkan sana sini. Pembangunannya diatur, Jaksa Agung anda pengen ganti, yah kalau ada yang mau jadi Jaksa Agung silahkan aja tanya Presiden, tertarik nggak, Presiden saya cocok jadi Jaksa Agung, ganti. Nggak ada urusan sama NasDem. Nggak ada urusan!

Kami membangun partai ini bukan dari kekuasaan. Kami bangun partai ini dengan sebuah nilai, ideologi yang kami yakini, bahwa bangsa ini kemudian dengan nilai-nilai yang kami jaga, melahirkan pemimpin-pemimpin yang kredibel, mampu mempertahankan harkat dan martabat bangsa ini, yang telah diperjuangkan dengan darah, nyawa yang luar biasa.

Karena itu saya tantang siapapun, mari kita gali ke dalam. Karena itu kami berkunjung, ada banyak yang menentang kami berkunjung ke LSM-LSM ini. Bukan berkunjung mencari dukungan. Hey, you kalau tidak percaya mari kita periksa, panggil siapapun, KPK, jangan tunggu, periksa! Tapi saya bilang, kalau main-main membuat opini yang nggak-nggak, melemahkan partai ini, kau berhadapan dengan saya. Berhadapan dengan saya, saya pastikan itu. Terima kasih

Rabu, 09 September 2015

Birokrat, Iya atau Tidak?

Apa yang dimaksud dengan Birokrat?
Menurut Wikipedia Indonesia, "Birokrat adalah anggota dari suatu birokrasi yang menjalani tugas-tugas administrasi dari sebuah organisasi yang seringkali merupakan cerminan atas kebijakan organisasinya, dalam bentuk ukuran besar maupun kecil. Namun biasanya istilah ini mengacu pada seseorang yang berada di dalam sebuah lembaga pemerintah."
Untuk singkatnya, birokrat ini dikenal sebagai sebutan untuk orang yang bekerja dalam instansi pemerintah.

Banyak persepsi buruk yang menimpa para birokrat ini, seperti malas, tidak ada hasil kerjanya, minim prestasi, dan segudang pikiran negatif lainnya. Padahal birokrat sebagai pelayan publik, banyak yang benar-benar memiliki prestasi dan bekerja dengan sungguh-sungguh melayani rakyat.
Contoh saja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya Bakar. Beliau adalah sosok birokrat sejati, yang bekerja melayani rakyat lewat mejanya. Sejumlah penghargaan berhasil diraihnya, berkat pengabdian beliau, seperti Penghargaan Bintang Jasa Utama, Penghargaan Bintang Jasa Satya Lencana Wirakarya, dan lain-lain.

Ada juga sosok Gubernur Jambi yang menjabat sejak tahun 2010, Hasan Basri Agus, yang kini tengah mengikuti pemilihan kepala daerah di Provinsi Jambi untuk melanjutkan amanah dari rakyat. Beliau juga merupakan sosok birokrat sejati, seperti Menteri Siti Nurbaya Bakar. Sosok Hasan Basri Agus atau disingkat HBA, kelahiran Sungai Abang, Jambi, 30 Agustus 1953, juga memiliki karir sebagai seorang birokrat yang dimulai benar-benar dari dasar. 

HBA meniti karir sebagai seorang birokrat dengan menjadi Juru Ketik di Dinas Kesehatan, lalu beliau menyelesaikan sekolahnya di APDN, dan setelah itu HBA bekerja menjadi Sekwilcam Kecamatan Muara  Bulian, tahun 1988 HBA diangkat menjadi Kasubag Biro Tata Pemerintahan. Dan pada tahun yang sama, karena prestasinya ia diangkat menjadi Camat Perwakilan Muara Sebo Kabupaten Batanghari. Lalu di tahun 1989 HBA dilantik menjadi Camat Mersam Kabupaten Batanghari dan setahun berikutnya 1990 dia diminta menjadi Camat Muara Tembesi Kabupaten Batanghari. Karirnya kemudian terus beranjak naik, dan menduduki jabatan tertinggi sebagai PNS di kota Jambi, yaitu sebagai Sekretaris Daerah tahun 1999-2006.

Karirnya yang melesat naik bagai roket, adalah hasil dari kerja kerasnya sebagai seorang birokrat. Dan Hasan Basri Agus kemudian dipercaya oleh masyarakat Jambi untuk menjadi Gubernur Jambi yang ke-10, dan dilantik pada tanggal 03 Agustus 2010. HBA bahkan menjadi satu-satunya Gubernur Jambi yang pernah mendapat penghargaan Bintang Mahaputera Utama, sebagai tanda Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia atas jasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan serta kemakmuran bangsa dan negara.

Dengan tangan dinginnya, HBA menjadi Gubernur Jambi yang memiliki terobasan-terobosan yang bermanfaat bagi rakyat Jambi melalui program dan kinerja kepemimpinannya. Ada Satu Miliar Satu Kecamatan yang dikenal dengan singkatan Samisake, yaitu program pengentasan kemiskinan di Provinsi Jambi, yang bentuk programnya sendiri melalui bedah rumah, jamkesmas, dan sertifikasi tanah masyaarakat. Banyak rakyat Jambi yang sudah merasakan sendiri bahagianya melihat rumah mereka dibedah sehingga menjadi layak dihuni, berkat program Samisake ini. Totalnya ada 267 Rumah yang sudah dibedah. Dan targetnya mencapai 5.000 rumah.

Masih banyak lagi program kerja HBA yang sudah menampilkan hasil yang nyata, untuk rakyat Jambi. Yang artinya konotasi negatif tentang birokrat mulai pudar, karena adanya tokoh-tokoh birokrat yang memang benar-benar tulus bekerja untuk melayani rakyat seperti Menteri Siti Nurbaya Bakar dan Hasan Basri Agus. Meskipun masih ada juga birokrat-birokrat nakal yang meracuni kehormatan menjadi pelayan rakyat. Namun setidaknya kita masih bisa percaya dan memiliki harapan pada birokrat Indonesia.

Jadi, kamu pilih iya atau tidak, untuk birokrat seperti sosok di atas?

Impian Tanpa Batas

Ketika kecil dahulu, kita semua masing-masing punya impian atau cita-cita. Anak pejabat, anak pengusaha, anak guru, anak petani, anak buruh, tanpa terkecuali, semua masing-masing punya impian. Sebut saja, dokter, presiden, astronout, guru, artis, insinyur, dan berbagai macam profesi lainnya pernah pernah menjadi cita-cita indah masa kanak-kanak.

Impian tersebut ada yg berhasil mewujudkannya, ada pula yang tidak dapat mempertahankan impian tersebut dengan berbagai macam alasan. Karena faktor ekonomi, lunturnya motivasi diri, ataupun faktor lingkungan yang memaksa mimpi anak-anak Indonesia harus berhenti begitu saja.

Faktor yang paling sering terjadi adalah karena faktor ekonomi. Banyak anak-anak Indonesia yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, berharap untuk dapat memenuhi impiannya. Yang rasanya terlalu jauh untuk dapat dicapai karena besarnya biaya untuk menempuh pendidikan sesuai dengan impiannya. Untuk menjadi dokter misalnya, orang tua harus mengeluarkan uang ratusan juta agar anaknya bisa menyelesaikan pendidikan sebagai dokter, baik di Universitas Negeri apa lagi di Universitas Swasta. Sedangkan untuk makan saja, orang tua mereka harus banting tulang kerja keras agar dapur bisa mengebul.

Malangnya nasib anak-anak yang memiliki impian besar, tapi harus terhenti di tengah jalan. Hanya karena faktor ekonomi. Rasanya hanya anak-anak yang berasal dari golongan menengah ke atas saja yang dapat menggapai impiannya. Tapi.....

Tapi kini kita dapat melihat secercah harapan, setelah anak dari seorang tukang kayu bisa menjadi Presiden (Jokowi), penjual ikan di pasar bisa menjadi Menteri Perikanan (Susi Pudjiastuti). Dan kini anak dari seorang petani, yang berasal dari keluarga petani sederhana dan menggantungkan hidupnya dari hasil bertani bisa memiliki usaha percetakan CV Madani Utama dan menjadi Direktur di sana. Bahkan sekarang dia bisa menjadi Calon Wakil Gubernur Provinsi Jambi.
Namanya Edi Purwanto...

Pria kelahiran 4 Juli 1980 di Batu Putih Jambi ini, adalah anak pesantren yang berasal dari keluarga sederhana yang memiliki tekad dan kemauan yang besar untuk menggapai impiannya. Tidak semua anak bisa memiliki kemauan yang kuat dan mampu kerja keras. Perjuangan Edi Purwanto yang akrab dipanggil Mas Pur oleh masyarakat Jambi, berbuah manis, karena ia berhasil menyelesaikan pendidikan S2 nya di Universitas Indonesia, hasil dari keringatnya sendiri, sehingga dapat membiayai kuliah dan hidupnya sendiri.

Tidak puas dengan prestasi akademis, Edi Purwanto juga aktif dalam berorganisasi. Dia pernah menjadi Presiden BEM IAIN STS Jambi pada tahun 2003-2004, Bendahara Umum HMI Cabang Jambi 2001-2002, dan menjadi Kabid KU HMI Cabang Jambi pada periode selanjutnya 2002-2003. Dan banyak lagi prestasinya dalam berorganisasi. Dari sejumlah jabatan di organisasi yang Edi Purwanto pernah duduki, di sana ia belajar kepemimpinan. Bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik untuk masyarakat, dan pemimpin yang memahami kebutuhan rakyatnya dari berbagai macam golongan.

Dari kehidupannya yang berasal dari keluarga petani sederhana, dia belajar untuk menjadi pemimpin yang sederhana, merakyat, dan memahami yang dibutuhkan rakyatnya. Dari pengalamannya berorganisasi, ia belajar untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, dalam memecahkan setiap permasalahan. Dari pendidikannya yang didasari oleh pendidikan di pesantren, menjadikan ia pemimpin yang berpegang teguh pada norma-norma agama, dan menjadikan agama sebagai pilar kepemimpinannya.

Sekarang, anak petani juga bisa memiliki impian kan? Semua anak-anak Indonesia sekarang boleh punya mimpi. Berkaca pada sosok-sosok hebat di atas yang dapat dijadikan panutan. Asal mempunyai kemauan yang kuat dan kerja keras, tak ada impian yang tidak dapat diraih.

Salam untuk anak-anak Indonesia, demi Impian Tanpa Batas!

Kamis, 13 Agustus 2015

Perusahaan Gas Negara (PGN) Promo Bajaj Gas Gratis

Apa itu PGN ?
Ada Info terbaru kalau sedang ada promo bajaj gas gratis nih. Nah, bajaj yang gratis itu bajaj yang berwarna biru, dan tersedia di beberapa tempat di Jakarta. Seperti di Jakarta Pusat, Barat, Utara dan Timur.

Lalu dari mana asal energi untuk bajaj gas gratis tersebut, masyarakat pastinya masih keliru dengan berpendapat bahwa gas yang dipakai bajaj, adalah gas yang sama yang dipakai pada  urusan dapur. Padahal energinya tersebut berasal dari PGN, akronim dari Perusahaan Gas Negara, sebuah BUMN dengan usia kerja lebih dari 50 tahun, yang selama ini mengelola pemanfaatan energi baik gas bumi di Indonesia. Dan sekali lagi penulis ingatkan bahwa gas bumi PGN bukanlah Elpiji.
 
Ada juga kekhawatiran tentang apakah energi tersebut adalah energi yang baik.
Jadi begini, energi baik itu adalah gas bumi. Dan disebut energi baik karena gas bumi PGN tersebut ramah lingkungan, lebih irit, lebih aman dan bebas subsidi.  Pastinya kita juga turut bangga jika menggunakan energi yang tidak menggunakan subsidi. Karena itu artinya pendapatan negara bisa dialihkan pada sektor-sektor lain, seperti pendidikan, kesehatan, pangan, dan lain-lain.
 
Jadi gas bumi dengan energi yang baik tersebut memiliki banyak kegunaan. Tentu saja selain untuk transportasi, seperti SPBG, MRU, TransJakarta dan Bajaj gas, energi baik gas bumi juga dapat dipakai untuk banyak sektor kehidupan. Kalau kalian pernah liat pipa kuning di mall, restaurant, rumah sakit atau bahkan lingkungan tempat kamu tinggal,nah itu adalah pipa gas milik PGN yang menyalurkan gas bumi. Dan gas bumi juga bisa dipakai dalam industri, selain itu berguna juga sebagai energi di pembangkit listrik.
 
Jadi kesimpulannya, energi baik dari gas bumi itu bisa menghangatkan, menggerakkan, menerangi, dan diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik untuk masa depan Indonesia.

Good news nih buat semuanya, seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa PGN sedang mengadakan promo bajaj gas gratis, wah kalau yang gratis-gratis gini, siapa sih yang nggak mau ikutan. Apalagi kalau ada hadiahnya. Sudah gratis naik bajaj gas, eh bisa ikutan kuisnya yang hadiahnya bernilai puluhan juta rupiah.

Sehubungan dengan Dirgahayu Indonesia yang ke-70 tahun, tepat pada tanggal 17 Agustus nanti. PGN ikut turut menyambut kemerdekaan RI sekaligus merayakan 50 tahun PGN dengan mengadakan “Ayo Kita ngeGas, Promo Merdeka” agar semua orang bisa turut menikmati energi baik kemerdekaan.
 
Dalam program promo “Ayo Kita ngeGas Promo Merdeka”, ada 2 kegiatan utama:
Naik bajaj gas gratis
Cari bajaj gas, yang berwarna biru, dengan tanda khusus di atasnya.
Tersedia 700 bajaj gas gratis dalam 7 hari dari 15 – 21 Agustus 2015, mulai jam 7 pagi – 5 sore, di wilayah Jakarta Pusat, Barat, Timur, dan Utara.
Kompetisi berbagi pengalaman seru naik bajaj gas
Posting pengalaman seru naik bajaj gas dalam bentuk foto atau cerita di media sosial (fb, instagram, path, twitter) dengan menyertakan hashtag #PGN dan #EnergiBaik.
Atau screen capture hasil postingan, email ke: ayokitangegas@pgn.co.id

*periode promo, mulai 15 – 21 Agustus 2015
*Syarat & ketentuan berlaku








Minggu, 12 Juli 2015

Deklarasi 7 Bakal Calon Kepala Daerah Partai NasDem Sumatera Utara

Transkrip Pidato Martin Manurung dalam Deklarasi 7 Bakal Calon Kepala Daerah Partai NasDem, 23 Juni 2015

Selamat sore dan salam sejahtera untuk kita semua. Horas!

Yang saya banggakan ketua DPP partai NasDem, kolega saya di DPP yang juga anggota tim 7, kaka Taufik Basari. Ini kaka Taufik Basari ini, siang malam kami menerima audiensi, menyeleksi, dari jam 8 pagi kadang sampai jam 11 malam, untuk 269 Kabupaten Kota, dan 7 pemilihan Gubernur se-Indonesia. 
Sering kami hanya berdua saja, karena yang lain harus pergi deklarasi di Provinsi lain. Jadi benar-benar ini suatu amanat dan kepercayaan dari partai yang harus kita laksanakan dengan sungguh-sungguh. Inilah kaka Tobas kawan saya.

Yang kita banggakan dan kita cintai, ketua DPW kita, Pak Tengku Eri, sekretaris bang Is, juga pimpinan partai baik yang di DPW, DPD, DPC, bahkan mungkin ada juga di sini ranting yang kebetulan sudah masuk menjadi tim sukses dari para bakal calon kita. Juga pimpinan partai koalisi untuk para bakal calon kita, dan yang tak lupa pimpinan provinsi kabupaten kota yang berkesempatan hadir di deklarasi kita pada sore hari ini.

Kaka-kaka semua, bapak-bapak dan ibu-ibu, tadi kita sudah mendengar pidato ketua umum, bahwa partai NasDem hadir bukan hanya untuk sekedar menambah bilangan partai politik. Sudah cukup banyak partai di republik ini, dan partai NasDem hadir bukan hanya untuk menambah jumlah partai, tetapi memberi arti keberadaan partai NasDem untuk bangsa Indonesia yang kita cintai. Karena itu bapak-bapak dan ibu-ibu, partai NasDem adalah partai yang secara terbuka dan tegas mengatakan, kita melaksanakan Pilkada tanpa MAHAR! Kita melaksanakan seleksi tanpa memungut biaya sedikit pun. Nah ini penting, kalau ada yang pernah setor-menyetor, hati-hati, DPP akan tegas memberi sanksi untuk hal ini, karena ini adalah perintah Ketua Umum, laksanakan tanpa mahar!

Kenapa kita perlu? Karena kita sudah bosan melihat politik yang begini-begini aja, bosan saya melihat kampung saya itu setiap pulang jalannya berlobang, bosan saya melihat samosir yang semakin gundul, bosan saya melihat Siantar yang semakin semarawut, saya ingin melihat Nias yang semakin bagus, ada Gunung Sitoli, ada Nias Selatan, satu kesatuan yang indah, yang kita harapkan menjadi kebanggaan dari Republik Indonesia. Saya ingin melihat kota Sibolga, kota Berbilang Kaum yang semakin hebat, yang semakin kita banggakan, itu yang ingin kita lihat. Makanya kita tolak mahar. Nah jadi tadi walaupun kita bercanda, ibu ketua DPD kita, kita memilih Pak Syarfi bukan karena suaminya ibu ketua, sama sekali tidak. Tapi kita melihat bagaimana surveynya Pak Syarfi, disenangi nggak dia oleh warga Sibolga? Oh ternyata disenangi, tingkat kesukaan pada Pak Syarfi 76 persen, membuktikan apa yang sudah dia lakukan selama ini bagi masyarakat Sibolga. Dan kita ingin pak, ini dilanjutkan untuk kemajuan Sibolga!

Jadi itu ibu-ibu, dan bapak-bapak sekalian, karena itu partai kita juga adalah satu-satunya partai yang secara lantang mengatakan dulu waktu pileg, apa? Masih ingat? Kita tolak dana saksi, karena itu memanfaatkan uang negara untuk kepentingan partai, dan hari ini kita saksikan partai ini, menolak dana aspirasi DPR RI! Ini partai yang bukan sekedar ada untuk menambah bilangan, kita ingin memberi arti keberadaan kita. Karena itu pada seluruh struktur partai kita, inilah sekarang 7 yang sudah kita hasilkan, DPP meminta kesatuan hati, kesatuan sikap, kesatuan gerak langkah dari seluruh DPW, DPD, DPC, Ranting, menangkan para calon kita, satu kata, satu kata, menang!

Anggota DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Kota, menangkan calon kita, jangan hanya diam, kalau hanya diam, nah DPD laporkan pada DPP, kalau hanya diam, DPW laporkan pada DPP, dan kita akan kasih sanksi tegas, kita harus menang. Apalagi kalau terlibat di kandidat lain, selesai. Itu saya katakan tegas, kita selesai. Seluruh jajaran partai DPRD Provinsi, Kabupaten Kota, harus segaris, senafas, seperjuangan, satu gerak langkah memenangkan para calon yang sudah kita putuskan pada hari ini dan nanti pada gelombang kedua atau gelombang ketiga berikutnya.

Terakhir, supaya tidak terlalu panjang, kepada para calon yang sudah kita deklarasikan, saya sebut nama supaya kita ingat, ada Bapak Darwin Siagian, Bapak Teddy Robinson Siahaan, Bapak Idealisman Dachi, Bapak Marganti Manullang, Bapak Raun Sitanggang, Bapak Syarfi Hutauruk, Bapak Martinus Lase. Para calon yang kita sayangi ini, kertas surat keputusan yang baru saja diterima, itu bukan sekedar kertas, ataupun surat keputusan yang bisa dibeli. Surat keputusan NasDem tidak bisa dibeli, di dalam surat keputusan itu ada doa, ada harapan, ada cita-cita, bahkan mimpi Partai NasDem yang kami titipkan kepada bapak-bapak sekalian. Harapan kami pak, Partai tidak minta proyek, Partai tidak akan minta bapak nyopet, Partai tidak akan minta bapak nyolong dari APBD, saya bisa pastikan. Partai meminta bapak memimpin rakyat kita dengan baik, menyejahterakan rakyat, membuat Partai NasDem semakin dicintai rakyat, dan 2019 kita akan menang! Kita akan menang! Kita akan menang!

Tolong pak, doa, harapan, cita-cita, bahkan mimpi Partai ini kami titipkan pada bapak-bapak sekalian, dan kami harapkan bapak menjadi Jokowi-Jokowi baru, Jokowi ada di Samosir, Jokowi ada di Tobasa, Jokowi ada di Siantar, Jokowi ada di Nias Sel, ada di Sitoli, ada di Seluruh Kabupaten di Sumatera Utara. Dan kita bisa melihat Sumatera Utara hebat, Sumatera Utara lebih baik, Sumatera Utara lebih sejahtera. Demikian sambutan saya, kita teriakan yel kita. NasDem Restorasi! NasDem Menang! NasDem Restorasi! NasDem Menang!

Wabillahi taufik wal hidayah, wassalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.

Martin Manurung
Ketua DPP Partai NasDem 
Korwil Sumatera Utara

Aku ingin menjadi tua

Sudahkah kamu menyadari bahwa dunia ini tidak adil?
Banyak kebaikan yang kalah dengan kejahatan, dan sering sekali kebenaran tertindas dengan kebohongan.
Yang kaya semakin kaya, yang miskin tetap saja miskin. Meskipun si miskin berkerja jauh lebih keras dari si kaya, bahkan tak jarang harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Tapi tetap saja tidak merubah jalan hidup mereka.
 
Kita dapat dengan mudah memamerkan apa yang kita punya, sedang di tempat yang mewah, padahal ada orang di luar sana yang bahkan untuk makan pun harus bekerja dari fajar hingga tengah malam.
Dunia ini tidak adil, karena itu kita hanya hidup sementara di dunia ini. Dan hidup kekal di akhirat.

Syukur..
Manusia kadang tidak menyadari betapa bersyukurnya kita masih bisa hidup.
Asalkan masih bisa bernafas, kita patut bersyukur.
Namun sayangnya ada juga yang menyia-nyiakan kesehatannya, disaat orang lain ingin sembuh dari sakit. Merusak dirinya sendiri dengan rokok, alkohol, dan lain-lain.
 
Pernahkah kamu berpikir bahwa tubuh ini pun titipan dari Tuhan?
Di mana saat kita tak mampu merawatnya, Tuhan akan marah pada kita. Kamu tidak akan tahu kapan Tuhan akan mengambil kembali tubuh ini.
Bisa tahun depan, bulan depan, minggu depan, besok hari, atau bahkan saat kamu selesai membaca tulisan ini.

Kematian selalu dekat dengan diri kita. Ingatkah kamu akan kejadian belum lama ini, saat pesawat hercules milik TNI jatuh menimpa pemukiman warga di Medan?
Siapa yang bisa menebak bahwa kita akan menerima ajal tiba-tiba saat kita sedang asik nonton tv di rumah.
Kita juga mungkin tidak tahu apa yang terjadi dalam tubuh kita. Dan baru tahu ketika ajal sudah di depan mata.
Tapi apakah bekal kita sudah cukup untuk kehidupan setelah kematian?

Aku merinding ketika menulis ini. Aku merasa iri dengan mereka yang sudah berusia 40 tahun, 50 tahun, 60 tahun..
Mereka yang masih memiliki masalah dan cobaan di hari tua, aku iri sekali.
Usiaku tahun ini 25 tahun. Dan setiap harinya aku tidak yakin akan menjalani hari tua. Kematian membayangiku setiap hari.

Iya.. aku takut. Takut sekali akan kematian.
Apa aku akan merasakan surgaNya? Atau aku akan langsung dilempar ke neraka?
Mengingat aku ini bergelimang dosa.
Tapi bukan itu yang paling membuatku takut.

Aku takut, tidak dapat merasakan menjadi seorang ibu. Aku mencintai anak-anak melebihi apapun di dunia ini. Aku orang pertama yang akan menghadang dan marah pada orang-orang yang menyakiti keponakan-keponakanku. Tapi aku juga ingin merasakan mengandung anakku sendiri. Membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Dan aku tidak akan berbicara kata-kata kasar sekalipun pada anak-anakku kelak.

Pastinya aku juga ingin mencari surga dengan menjadi istri yang soleha dan patuh pada suamiku nanti. Aku tidak akan meminta apapun yang memberatkan langkah suamiku nanti. Bukan harta yang akan aku minta. Tapi aku hanya meminta suamiku menjadi imamku menuju jalan Allah.

Andai Tuhan memberikanku kesempatan, aku ingin berbakti pada suamiku kelak, aku ingin mempunyai anak-anakku sendiri, aku ingin membesarkan anak-anakku, aku ingin menjadi tua..
Aku ingin hidup, Tuhan..

Jumat, 10 Juli 2015

Safari Ramadhan Maxi Gunawan ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Pada kesempatan Safari Ramadhan kali ini, tanggal 8 Juli 2015, calon ketua umum KADIN Indonesia Maxi Gunawan, berkunjung ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk silaturahmi dengan Kadinda Kalimantan Selatan. Silaturahmi tersebut akan dibarengi dengan buka puasa bersama, dan diskusi masalah-masalah yang terkait ekonomi dengan para Kadinda Kalsel.

Acara Safari Ramdhan ini diselenggarakan di kediaman Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan, H. Aliansyah. Kediaman Kadinda H. Aliansyah beralamat di Jl. Cempaka V no. 25, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam acara sore itu, turut mengundang 90 anak yatim piatu dari Panti Asuhan Al Amin Putra, dan Al Mudakir Putra. Selain itu, hadir pula ulama-ulama setempat dari seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Ada sekitar 30 ulama yang hadir dalam acara Safari Ramadhan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Sebelum acara dimulai, pukul 16.30 WITA,  iringan musik religi dan tabuhan rebana menghidupkan suasana. Dan ulama-ulama dari berbagai daerah di wilayah Kalimantan Selatan pun mulai berdatangan hadir memenuhi tempat acara di kediaman H. Aliansyah. Begitu pula dengan 90 anak yatim piatu yang juga sudah hadir di tempat.  Dan sebelum acara resmi dimulai, semua yang hadir, baik para ulama, Kadinda Kalsel, pengurus Kadin pusat, dan 90 anak yatim piatu, bersama-sama berdoa bersama untuk kelancaran acara.

Lalu Master of Ceremony (MC) mulai membacakan rundown acara pada sore itu. Dimulai dengan kata sambutan dari selaku tuan rumah, H. Aliansyah, Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan. H. Aliansyah menyampaikan dirinya yang merasa terhormat diminta langsung oleh Maxi Gunawan untuk menyelenggarakan acara silaturahmi ini. Bahkan sms yang dikirim oleh Maxi Gunawan, masih disimpan Kadinda H. Aliansyah. Kadinda H. Aliansyah mendoakan agara calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Maxi Gunawan, dapat terpilih menjadi Ketua Umum Kadin Indonesia selanjutnya.

Selanjutnya, calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Maxi Gunawan memberikan kata sambutan. Dalam sambutannya, Maxi Gunawan mengatakan berterimakasih atas sambutan yang sangat hangat dari Kalimantan Selatan. Sambutan yang sangat hangat dirasakan oleh Maxi Gunawan, dan juga keramah-tamahan masyarakat Kalimantan Selatan dalam menyambut kedatangan Maxi Gunawan dan rombongan di Bumi Lambung Mangkurat. Maxi Gunawan pun secara khusus berterimakasih kepada istri dari H. Aliansyah yang bersedia khusus memasak pada hari itu untuk acara Safari Ramadhan Maxi Gunawan.

Kemudian mendekati waktu berbuka puasa, ulama setempat membacakan tausiyah sebelum waktyu berbuka. Dalam tausiyah, ulama menyampaikan, semoga jika Pak Maxi Gunawan terpilih menjadi Ketua Kadin Indonesia, dapat menjaga amanah dengan baik. Dan lantunan ayat suci Al Quran pun berkumandang di acara, sebelum waktu berbuka tiba. Semua yang hadir pun dengan khusyuk mendengarkan dan menghayati ayat-ayat yang terucap dari Qori.

Dalam acara Safari tersebut, hadir pula Kadinda dari 13 Kabupaten Kota, lalu pengurus Kadin Pusat, Zulnahar Usman, Natsir Mansyur, Iwan Hanafi, dan lain-lain. Saat tiba waktu berbuka, semua mulai menyantap hidangan berbuka yang disajikan, ada kurma, es buah, dan kue khas Kalimantan Selatan yang sering disebut dengan “wadai”. Setelah berbuka dengan makanan-makanan manis, maxi Gunawan dan semua yang hadir mulai mengambil wudhu dan bersiap-siap untuk melaksanakan shalat maghrib berjamaah.

Setelah shalat maghrib berjamaah, Maxi Gunawan diwawancara oleh wartawan yang hadir, terkait kedatangannya ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Maxi Gunawan menyatan bahwa kedatangannya selain untuk silaturahmi dengan para Kadin Daerah, juga untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh Kadin Daerah.

Setelah wawancara dengan para wartawan, Maxi Gunawan kemudian menyerahkan secara simbolis bantuan kepada 90 anak yatim piatu yang diwakilkan oleh pimpinan dua panti asuhan tersebut. Acara selanjutnya adalah foto-foto bersama antara Maxi Gunawan dengan tuan rumah H. Aliansyah. Dan dilanjut dengan diskusi internal masalah-masalah ekonomi Maxi Gunawan dengan 13 Kadinda Kabupaten Kota Kalimantan Selatan.


Hingga tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 21.00 WITA, Maxi Gunawan beserta rombongan pamit undur diri kepada Ketua Umum Kadin Kalimantan Selatan, H. Aliansyah, yang sudah bersedia menjadi tuan rumah dalam acara Safari Ramadhan Maxi Gunawan. Semoga dilain waktu, dapat dipertemukan kembali, dan dapat terus menjaga silaturahmi yang sudah dijalin saat ini.

Minggu, 21 Juni 2015

Stop Politik Dinasti!

Sebentar lagi Indonesia akan menghadapi pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, dan seluruh partai politik sekarang sedang sibuk menyiapkan calonnya yang akan maju di Pilkada. Bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di tiap daerah di Indonesia pun sedang bersiap-siap menyambut Pilkada. Pemilihan secara langsung dalam memilih kepala daerah adalah salah satu bentuk Indonesia sudah maju dalam berdemokrasi. Pesta demokrasi ini patut diacungi jempol, karena masyarakat dapat menentukan pilihannya sendiri tanpa tekanan dari pihak lain.

Pemerintah pun telah membuat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi Undang-Undang. Termasuk di dalamnya terdapat Pasal 7 Huruf r yang menyatakan tidak memiliki konflik kepentingan dengan petahana bagi calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah (Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan wakil Bupati, serta Wali Kota dan wakil Wali Kota) dengan penjelasan, yaitu yang memiliki ikatan perkawinan dan darah lurus ke atas, ke bawah, dan ke samping. Yang termasuk dalam persyaratan tersebut adalah suami/ istri, orangtua, mertua, paman, bibi, anak, menantu, adik, kakak, dan ipar kecuali jeda satu periode (lima tahun).

Adanya Pasal 7 huruf r ini tentunya menyulitkan bagi para bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang terbiasa dengan politik dinasti. Apa itu politik dinasti? Politik dinasti atau bisa juga dikatakan dinasti politik adalah sebuah serangkaian strategi manusia yang bertujuan untuk memperoleh kekuasaan, agar kekuasaan tersebut tetap berada di pihaknya dengan cara mewariskan kekuasaan yang sudah dimiliki kepada orang lain yang mempunyai hubungan keluarga dengan pemegang kekuasaan sebelumnya. Nah inilah yang marak terjadi di Indonesia, seperti yang paling terkenal adalah Dinasti Politik Banten Kerajaan Atut.

Sebelum Ratu Atut terkenal karena menjadi tersangka kasus korupsi, Dinasti Politik Atut sudah terlebih dahulu membahana di wilayah Banten. Bagaimana tidak, Ratu Atut sudah menjadi wakil Gubernur Banten sejak tahun 2002 hingga 2005. Dan kemudian menjadi Gubernur Banten pada tahun 2005, dan seterusnya terus terpilih menjadi Gubernur hingga pemilihan kepala daerah terakhir kemarin pada tahun 2012, berdampingan dengan wakilnya Rano Karno.

Keluarga Atut pun turut mengisi kursi-kursi kepala daerah di wilayah Banten, sebut saja adik tiri Atut Tubagus Haerul Jaman yang menjadi Wali Kota Serang, adik kandung Atut Ratu Tatu Chasanah Wakil Bupati Serang, adik ipar Atut Airin Rachmy Diany Wali Kota Tanggerang Selatan, ibu tiri Atut Heryani Wakil Bupati Pandeglang.

Sungguh disayangkan adanya politik dinasti, di tengah Indonesia yang sedang berjuang dalam demokrasi. Karena politik dinasti rawan dengan adanya praktik korupsi, dengan kekuasaan yang terus menerus, banyak kepentingan di dalamnya yang akhirnya disalahgunakan. Seperti yang diungkapkan Masyarakat Transparansi Banten, mereka menduga kemenangan Atut menjadi Gubernur Banten tahun 2012 dilakukan melalui korupsi dana bantuan sosial senilai Rp 340 miliar sebagai bagian dari kampanye Atut pada 2011.

Dan yang lebih memprihatinkan adalah, beredarnya peraturan dari KPU bahwa keluarga petahana diperbolehkan maju dalam Pilkada asalkan petahana itu berhenti sebelum penetapan di KPU. Menyedihkan, di saat adanya pasal 7 huruf r dalam Undang-Undang yang mencegah terjadinya politik dinasti, KPU justru mengeluarkan peraturan yang melonggarkan para pemain politik dinasti menjalankan siasat politik mereka dalam mempertahankan kekuasaannya.

Terang saja banyak kepala daerah yang mengundurkan diri, sebelum pembukaan pendaftaran calon kepala daerah. Demi kelancaran mereka dalam meneruskan kekuasaan melalui anggota keluarganya.  Salah satu contoh kepala daerah yang mengundurkan diri adalah Wakil Wali Kota Sibolga yang mengundurkan diri karena istrinya yang akan maju sebagai calon Wali Kota Sibolga.

Tentu saja keluarnya peraturan KPU tersebut mengundang kecaman dari banyak pihak, seperti reaksi yang timbul dari politisi partai NasDem, Martin Manurung, "Keluarnya Peraturan KPU tersebut sama saja dengan membolehkan keluarga petahana untuk ikut dalam konstestasi Pilkada," ungkap Martin. Ketua DPP Partai NasDem ini melanjutkan, bahwa keputusan tersebut, mencederai semangat anti politik dinasti. Sebab, persyaratan untuk berhenti sebelum penetapan itu sama saja membuat UU Pilkada menjadi 'banci'. Hal tersebut diperkuat dengan sudah terlihat ramainya para petahana yang menyatakan akan berhenti sebelum penetapan.

"Karena itu, saya meminta perhatian publik untuk bersama-sama konsisten dengan semangat anti politik dinasti yang telah dinyatakan dalam UU Pilkada. Mari kita tetap sehatkan demokrasi. KPU harus mencabut PKPU yang telah mengkhianati UU Pilkada," ujar Ketua Umum Garda pemuda NasDem Martin Manurung.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, "Rakyat sudah tidak memberikan tempat bagi politik dinasti yang berjuang demi melanggengkan kekuasaan di era reformasi dewasa ini. Rakyat sudah sangat cerdas dan akan menolak politik dinasti," kata Muhaimin. "Kepala daerah yang mundur telah melanggar komitmen dengan rakyat dan nyata-nyata telah mengkhianati amanah rakyat. Mereka akan kehilangan kepercayaan rakyat," lanjut Cak Imin.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo juga memberikan tanggapan, “Kalau alasan (mengundurkan diri) berkaitan dengan keluarga (ingin maju sebagai bakal calon kepala daerah) padahal itu ketentuan undang-undangnya jelas, sangat kami sayangkan. Tapi itu kan hak pribadi kepala daerah,”.  Mendagri seperti tidak bisa berbuat apa-apa dalam menghadapi polemik  ini, terutama dengan adanya peraturan KPU tersebut.

Apa kita mau diam saja dalam menghadapi ancaman politik dinasti yang melukai demokrasi? Apakah mau terjadi lagi terbangunnya dinasti-dinasti seperti Dinasti Politik Atut di daerah-daerah lain? Rasanya sudah cukup kekayaan bangsa ini yang terkeruk oleh adanya politik dinasti ini.

Biarkanlah demokrasi di Indonesia berjalan dengan sehat, dan sama-sama kita dorong agar KPU mencabut PKPU yang telah dikeluarkannya. Agar tidak terjadi lagi politik dinasti yang timbul melalui celah yang dibuat KPU. STOP POLITIK DINASTI!


Selasa, 09 Juni 2015

Indonesia Butuh Bank Infrastruktur

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis dan memposting tentang upaya Indonesia dalam membentuk Bank Infrastruktur yang berbasis syariah. Seperti dikatakan oleh Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, bahwa Indonesia tengah berjuang melobi Islamic Development Bank (IDB) untuk memuluskan rencana menjadi tuan rumah dari sebuah lembaga pembiayaan baru yang mendanai pembangunan bidang infrastruktur namun berbasis syariah yang akan dibentuk.

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya  beragama islam, rencana Bank Infrastruktur yang berbasis syariah ini tentunya hal yang menggembirakan bagi perkembangan dunia usaha kita yang juga didominasi oleh pengusaha-pengusaha muslim.

IDB ini sendiri  kerap membantu negara-negara anggotanya dalam pembiayaan berbagai proyek infrastruktur. Rencananya Bank Infrastruktur berbasis syariah ini pembiayaannya akan berdasarkan pada surat utang negara berbasis syariah (sukuk).

Sukuk merupakan instrumen yang tepat untuk membiayai sebuah proyek. Oleh karenanya ini merupakan saat yang tepat agar sukuk rupiah ataupun valas bisa berperan  lebih besar dalam perekonomian. Selain itu, sukuk juga membuka pemerataan dalam investasi karena memberikan kesempatan pada perusahaan kecil untuk menikmati pembiayaan.

Dengan kebutuhan dana yang mencapai Rp. 5.000 triliun untuk pengembangan infrastruktur selama lima tahun kedepan. Dan dana yang diperoleh hanya dari APBN, BUMN dan Swasta. Membuat Indonesia membutuhkan dengan segera pembentukan Bank Infrastruktur.

Senada dengan keinginan Menkeu Bambang Brodjonegoro, Ketua Komite Tetap Hubungan Kerjasama Lembaga Internasional Kadin Indonesia, Maxi Gunawan, juga menyatakan bahwa Indonesia memang sudah saatnya mempunyai Bank Infrastruktur sendiri.

Agak berbeda dengan keinginan Menkeu yang menginginkan Bank Infrastruktur tersebut berbasis syariah dan bermodalkan pada sukuk, Maxi Gunawan berpendapat bahwa Bank Infrastruktur tersebut sebaiknya memiliki sumber pembiayaan dari obligasi dan penyertaan modal negara, sehingga dapat memberikan kelangsungan modal bagi bank tersebut agar konsisten dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Maxi Gunawan mengatakan pendapatnya di sela-sela acara Infrastructure Summit 2015 yang diselenggarakan Kadin di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (9/6), kinerja belanja infrastruktur selama ini masih belum optimal. Hal ini dapat dilihat dari alokasi anggaran infrastruktur yang tidak lebih dari 3% dari PDB dengan pola penyerapan yang menumpuk pada akhir tahun (kuartal keempat) serta kurangnya sinergi koordinasi antara kementerian, lembaga, dan daerah. “Semestinya anggaran infrastruktur yang ideal berkisar antara 5%-6% dari PDB,” kata Maxi.

Masih menurut Maxi Gunawan, pemerintah seharusnya dapat berkerjasama dengan pengusaha (dalam hal ini melalui Kadin) untuk mencari solusi alternatif yang terbaik dalam pembiayaan infrastruktur. Yang salah satu solusinya adalah dengan mendirikan Bank Infrastruktur.

Bank itu nantinya, tambah Maxi Gunawan, diharapkan bisa memberikan pinjaman jangka panjang sesuai dengan karakteristik pendanaan proyek yang dibangun yang membutuhkan waktu jangka panjang dalam pengembalian nilai investasinya.

Saat ini sudah ada Perpres No. 38 Tahun 2015 tentang kerja sama pemerintah dengan badan usaha dalam penyediaan infrastruktur untuk menjembatani swasta dan pemerintah dalam hal pendanaannya. “Dengan pola-pola semacam ini tentu harapannya dapat mempercepat pembangunan infrastruktur,” tegas Maxi Gunawan.

Selain itu, kata Calon ketua umum Kadin periode 2015-2020, Maxi Gunawan, perlunya melibatkan partisipasi peran dan kerja sama pihak swasta (investor swasta), "private equity" dan sektor perbankan dalam pendanaan proyek infrastruktur yang membutuhkan sumber pembiayaan besar. Apalagi jika mengingat kebutuhan dana untuk pengembangan infrastrutur yang mencapai Rp. 5.000 triliun.

Dalam konteks ini, “Kadin harus mendorong pemerintah untuk melakukan peralihan dari skema pembiayaan yang saat ini lebih berfokus pada APBN dan APBD ke arah kerja sama sektor publik dan swasta,” tambahnya.

Dengan tiga sumber pembiayaan infrastruktur yang selama ini berdasarkan pada APBN, BUMN, dan swasta. Pemerintah dirasa masih belum memaksimalkan peran swasta di dalamnya. Padahal peran swasta juga penting dalam membiayai pembangunan infrastruktur. Seperti yang dikatakan oleh Maxi Gunawan, penting ke depannya Kadin mendorong pemerintah untuk mereformasi politik anggaran dengan mengalihkan anggaran infrastruktur untuk daerah yang sudah maju ke daerah-daerah tertinggal dengan melibatkan kerja sama kemitraan strategis dengan pihak swasta, sehingga terjadi pemerataan dan nilai tambah ekonomi di daerah-daerah tertinggal.

Kadin juga perlu mendorong pemerintah pusat untuk melibatkan pengusaha lokal dan daerah dalam pembangunan proyek infrastruktur terkait dengan adanya persoalan penyediaan lahan atau pembebasan lahan guna pembangunan infastruktur.

Berdasarkan pengamatan Maxi, selama ini pemerintah pusat hanya mengandalkan kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) tanpa melibatkan pengusaha lokal. Padahal pengusaha lokal lebih mengetahui proses pengadaan lahan, perizinan daerah dan masalah lingkungan dan sosial.

Kadin, tambahnya, juga perlu mendorong pemerintah untuk mempercepat penyediaan infrastruktur prioritas, sekaligus memperketat pengawasan dan pengendalian pembangunan infrastruktur melalui pembentukan lembaga atau komite yang benar-benar memiliki kapabilitas, kredibilitas dan network yang baik dengan para stake holders.

Menurut penulis, tampaknya pemerintah dan pengusaha Indonesia sudah sepaham mengenai pentingnya pembentukan Bank Infrastruktur di Indonesia. Hanya saja formulanya perlu diracik lebih dalam lagi, agar menciptakan ramuan yang tepat dalam menyelenggarakan Bank Infrastruktur.

Saya rasa Kadin di sini dapat menjadi wadah yang tepat dalam menjembatani terlaksananya pembentukan Bank Infrastruktur, yang melibatkan pemerintah juga pengusaha. Bagaimana tidak, pembangunan infrastruktur ini kelak juga akan dilaksanakan oleh pihak swasta, tidak mungkin pemerintah hanya berjalan sendiri. Apalagi jika menginginkan penambahan dalam pembiayaan infrastruktur.

Tentunya kita tidak ingin Indonesia menjadi negara yang pertumbuhan ekonominya berjalan lambat, karena dengan tertinggalnya pembangunan infrastruktur, maka Indonesia tidak dapat mencapai potensi maksimal pertumbuhan ekonominya yang bisa tumbuh lebih dari 7%.

Dengan adanya kesepahaman pemikiran antara pengusaha dan pemerintah, diharapkan ke depannya kedua belah pihak dapat bertemu dan mencocokan pemikirannya dalam membentuk dan meramu formula Bank Infrastruktur yang tepat bagi Indonesia.

Semoga saja hal tersebut dapat terlaksana dalam waktu dekat.


Rabu, 27 Mei 2015

Pengakuan "AA"

"AA", begitulah inisial yang sangat gempar akhir-akhir ini. Inisial AA sering dikaitkan dengan nama artis yang diduga terlibat jaringan prostitusi online. Jaringan prostitusi tersebut tidak main-main. Dikabarkan melibatkan 200 artis-artis Indonesia, baik yang sudah papan atas, maupun yang masih merintis, yang wajahnya sekedar numpang lewat di iklan atau ftv, lantas sudah melabeli diri dengan predikat "artis". (Sekarepmu)

Prostitusi dikalangan artis ini rupanya sering dijadikan sebagai alat gratifikasi para pejabat. Dengan bayaran puluhan juta bahkan bisik-bisik tetangga menyebutkan nominalnya bisa mencapai ratusan juta untuk artis tertentu, yang kerjanya hanya dalam hitungan jam atau short time, tidak heran kalau banyak yang tergiur dengan bisnis lendir ini. Banyak yang berebut menjadi mucikari ataupun pelakunya.

Gaya hidup yang mewah pun memaksa mereka untuk mendapatkan uang dengan cara cepat, sehingga bisa mengikuti pergaulan di sekitar artis-artis tersebut yang hedonis. Dan sayangnya uang hasil bisnis lendir pun biasanya tidak bertahan lama. Lagi-lagi gengsi jadi alasan utama untuk perilaku konsumtif dan hedonis.

Tapi saya bukan mau membicarakan pengakuan "AA" si artis yang terlibat prostitusi tersebut. "AA" yang saya maksud itu Anak Alay.

Alay? Iya, anak alay yang sering kamu lihat saat bangun pagi, nyalakan televisi, dan yang muncul adalah acara orang-orang yang pura-pura bernyanyi di hampir semua stasiun tv, yang kadang dibumbui drama dan gossip pengisi acara ataupun pembawa acaranya tersebut. Nah, letak Anak Alay itu biasanya di pinggir-pinggir atau di depan panggung.

Dengan gerakan joget yang kompak dan nyaris serempak, mereka biasanya berteriak "yeyelala yeyelala..". Atau tepuk tangan yang ritmenya sama, dan ketawa yang kencang, meskipun tidak ada yang lucu sama sekali. Kamu nggak usah heran, mereka memang dibayar untuk berlaku Alay. Semakin kencang Anak Alay teriak, semakin gede bayarannya. Yah nggak jauh beda dengan "Artis Prostitusi" makin kenceng teriaknya, makin besar bayarannya.

Anak Alay nggak sendiri dalam mengarungi dunia peralayan. Mereka nggak seperti jomblo yang tidak ada yang menemani dalam meratapi pedihnya hidup ini. Mereka punya koordinator Alay, yang bertugas membimbing dan mengarahi Anak Alay. Kali ini para jomblo pun harus mengakui keunggulan Anak Alay dibanding jomblo.

Koordinator Alay ini adalah koordinator lapangan yang bertugas di tempat acara berlangsung untuk mengarahkan para alay (briefing). Dan si koordinator alay ini pun punya boss, yang disebut Boss Alay, biasanya si boss ini yang akan menerima job dari stasiun tv yang ingin acaranya diramaikan dengan kehadiran Anak Alay.

Berapa bayaran Anak Alay? Menurut pengakuan Anak Alay yang saya tanya, mereka biasa dibayar minimal Rp20 ribu dan maksimal Rp100 ribu. Jaringan dan solidaritas Anak Alay pun cukup kuat, mereka saling memberikan informasi terkait acara-acara yang membutuhkan wujud mereka. Maka tidak heran kalau penampakan Anak Alay bisa dari pagi sampai malam, di berbagai stasiun tv swasta di Indonesia. Iya, stasiun tv Indonesia saja. Jangan sampai mereka Go international seperti Agnes Mo atau Anggun C Sasmi. Kan nggak lucu kalau kamu sedang lihat acara Ellen Show atau sekelas MTv music award ada pasukan Anak Alay sedang asyik beryeyelala yeyelala.

Rupanya fenomena Anak Alay sekarang sudah bisa menjadi profesi yang menjanjikan, dengan hasil uang yang tidak banyak tetapi halal. Perlu diapresiasi kerja keras dan kreativitas mereka, dibanding mereka yang berkerja dalam bisnis lendir.

Karena Anak Alay kini bukan lagi sekedar perilaku yang selalu dikonotasikan dengan kata kampungan atau norak. Tapi Anak Alay bisa menjadi profesi atau jenis pekerjaan baru. Jadi Anak Alay tidak bisa lagi kita pandang sebelah mata, mereka bisa menghasilkan uang secara halal tanpa melanggar hukum, plus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Yah kita dukung saja keberadaan Anak Alay ini, atau kamu juga berminat menjadi Anak Alay?
Pilihan ada di kamu. Penulis sih mau cari "AA" yang lain aja, seperti AA-AA sunda yang kasep itu..
 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates