Social Icons

Rabu, 27 Mei 2015

Pengakuan "AA"

"AA", begitulah inisial yang sangat gempar akhir-akhir ini. Inisial AA sering dikaitkan dengan nama artis yang diduga terlibat jaringan prostitusi online. Jaringan prostitusi tersebut tidak main-main. Dikabarkan melibatkan 200 artis-artis Indonesia, baik yang sudah papan atas, maupun yang masih merintis, yang wajahnya sekedar numpang lewat di iklan atau ftv, lantas sudah melabeli diri dengan predikat "artis". (Sekarepmu)

Prostitusi dikalangan artis ini rupanya sering dijadikan sebagai alat gratifikasi para pejabat. Dengan bayaran puluhan juta bahkan bisik-bisik tetangga menyebutkan nominalnya bisa mencapai ratusan juta untuk artis tertentu, yang kerjanya hanya dalam hitungan jam atau short time, tidak heran kalau banyak yang tergiur dengan bisnis lendir ini. Banyak yang berebut menjadi mucikari ataupun pelakunya.

Gaya hidup yang mewah pun memaksa mereka untuk mendapatkan uang dengan cara cepat, sehingga bisa mengikuti pergaulan di sekitar artis-artis tersebut yang hedonis. Dan sayangnya uang hasil bisnis lendir pun biasanya tidak bertahan lama. Lagi-lagi gengsi jadi alasan utama untuk perilaku konsumtif dan hedonis.

Tapi saya bukan mau membicarakan pengakuan "AA" si artis yang terlibat prostitusi tersebut. "AA" yang saya maksud itu Anak Alay.

Alay? Iya, anak alay yang sering kamu lihat saat bangun pagi, nyalakan televisi, dan yang muncul adalah acara orang-orang yang pura-pura bernyanyi di hampir semua stasiun tv, yang kadang dibumbui drama dan gossip pengisi acara ataupun pembawa acaranya tersebut. Nah, letak Anak Alay itu biasanya di pinggir-pinggir atau di depan panggung.

Dengan gerakan joget yang kompak dan nyaris serempak, mereka biasanya berteriak "yeyelala yeyelala..". Atau tepuk tangan yang ritmenya sama, dan ketawa yang kencang, meskipun tidak ada yang lucu sama sekali. Kamu nggak usah heran, mereka memang dibayar untuk berlaku Alay. Semakin kencang Anak Alay teriak, semakin gede bayarannya. Yah nggak jauh beda dengan "Artis Prostitusi" makin kenceng teriaknya, makin besar bayarannya.

Anak Alay nggak sendiri dalam mengarungi dunia peralayan. Mereka nggak seperti jomblo yang tidak ada yang menemani dalam meratapi pedihnya hidup ini. Mereka punya koordinator Alay, yang bertugas membimbing dan mengarahi Anak Alay. Kali ini para jomblo pun harus mengakui keunggulan Anak Alay dibanding jomblo.

Koordinator Alay ini adalah koordinator lapangan yang bertugas di tempat acara berlangsung untuk mengarahkan para alay (briefing). Dan si koordinator alay ini pun punya boss, yang disebut Boss Alay, biasanya si boss ini yang akan menerima job dari stasiun tv yang ingin acaranya diramaikan dengan kehadiran Anak Alay.

Berapa bayaran Anak Alay? Menurut pengakuan Anak Alay yang saya tanya, mereka biasa dibayar minimal Rp20 ribu dan maksimal Rp100 ribu. Jaringan dan solidaritas Anak Alay pun cukup kuat, mereka saling memberikan informasi terkait acara-acara yang membutuhkan wujud mereka. Maka tidak heran kalau penampakan Anak Alay bisa dari pagi sampai malam, di berbagai stasiun tv swasta di Indonesia. Iya, stasiun tv Indonesia saja. Jangan sampai mereka Go international seperti Agnes Mo atau Anggun C Sasmi. Kan nggak lucu kalau kamu sedang lihat acara Ellen Show atau sekelas MTv music award ada pasukan Anak Alay sedang asyik beryeyelala yeyelala.

Rupanya fenomena Anak Alay sekarang sudah bisa menjadi profesi yang menjanjikan, dengan hasil uang yang tidak banyak tetapi halal. Perlu diapresiasi kerja keras dan kreativitas mereka, dibanding mereka yang berkerja dalam bisnis lendir.

Karena Anak Alay kini bukan lagi sekedar perilaku yang selalu dikonotasikan dengan kata kampungan atau norak. Tapi Anak Alay bisa menjadi profesi atau jenis pekerjaan baru. Jadi Anak Alay tidak bisa lagi kita pandang sebelah mata, mereka bisa menghasilkan uang secara halal tanpa melanggar hukum, plus menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Yah kita dukung saja keberadaan Anak Alay ini, atau kamu juga berminat menjadi Anak Alay?
Pilihan ada di kamu. Penulis sih mau cari "AA" yang lain aja, seperti AA-AA sunda yang kasep itu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates