Indonesia saat ini sudah semakin maju dan berkembang, dan
banyak penduduknya yang sudah melek internet. Terbukti dengan adanya 80 juta
pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014, dan sekitar 55 juta penduduk
akan segera memasuki kalangan menengah di Indonesia.
Di negara berkembang seperti Amerika, 20 persen penjualan
retail dilakukan secara Online. Sedangkan di Indonesia kurang dari 1 persen
penjualan retail secara online. Oleh karena itu peluang untuk bisnis di
teknologi keuangan (fintech) dan e-commerce di Indonesia sangatlah besar.
Apa lagi dengan 22 persen populasi di Indonesia yang akan
mempunyai pendapatan yang dapat dibelanjakan mulai dari USD 15.000 hingga USD
30.000, sementara 65 persen orang akan mempunyai uang yang dapat dibelanjakan
mulai dari USD 6.000 hingga USD 15.000.
Peluang bisnis / startup di bidang teknologi menjadi terbuka
lebar.
Ada 4 bidang usaha yang biasanya bisa dimasuki oleh pebisnis
baru dalam bidang IT:
- Perusahaan pengembangan perangkat lunak aplikasi (software house).
- Konsultan Implementasi Teknologi Informasi baik itu implementasi hardware maupun implementasi software.
- Distributor dari produk-produk IT, baik hardware ataupun software.
- Training dan pendidikan bidang IT.
Dari 4 bidang tersebut nanti akan berkembang dan semakin banyak
variannya yang biasanya merupakan spesialisasi bidang-bidang tersebut.
Dahulu pertumbuhan teknologi di Indonesia masih rendah karena
banyak keterbatasan di Indonesia, seperti koneksi internet yang lambat,
logistik yang tidak memadai, dana/modal startup yang rendah, perizinan yang
rumit, dan lain-lain.
Tetapi semenjak pemerintahan Jokowi dengan kabinet Kerjanya, dan
Menkominfo yang baru Rudiantara, memberi angin segar bagi pertumbuhan teknologi
di Indonesia. Banyak kebijakan-kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informasi
yang sangat membantu bagi bisnis IT ini.
Seperti diluncurkannya 4G LTE 1800 Mhz, pangkas 16 birokrasi
perizinan, dan yang terbaru ini Menkominfo Rudiantara berjanji akan
mengumpulkan 1 Miliar Dollar atau sekitar 12 Triliun Rupiah dari para Pengusaha
Indonesia untuk modal startup IT atau perusahaan rintisan digital di Indonesia.
Menurut Menkominfo Rudiantara, Tujuannya bukan semata-mata
mengumpulkan dana saja, namun supaya investasi-investasi yang selama ini para
pengusaha simpan di luar negeri
diberdayakan untuk mengembangkan Tanah Air sendiri.
Harapan Rudiantara, setelah berhasil menggalang 1 miliar dollar AS
dari para pengusaha, uang tersebut akan dikelola oleh sebuah venture capital (VC).
VC tersebut, dalam bayangan Menkominfo, nantinya bukanlah sebuah perusahaan
investasi milik pemerintah. Bentuknya bisa saja berupa swasta yang sudah lolos
seleksi pemerintah. Sehingga proses, audit, dan pengelolaannya jelas dan secara
profesional.
Pengumpulan uang 1 Miliar Dollar AS ini ditargetkan dimulai tahun
2015 ini, dan dalam bentuk Pledge (janji pemberian dana), bukan dalam bentuk
uang cash.
Dana yang dikelola melalui rencana pembentukan VC tersebut tidak
hanya dikhususkan untuk startup E-commerce saja, tapi juga dapat dipakai untuk
mengembangkan startup lokal.
Kebijakan dari Menkominfo Rudiantara ini tentunya membahagiakan
pelaku bisnis startup, dan pebisnis baru bidang IT.
Dengan adanya kebijakan
ini, diharapkan dapat menumbuhkan perkembangan teknologi di Indonesia menjadi
lebih baik lagi, dalam dunia yang sudah serba digital.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar