Social Icons

Selasa, 05 Mei 2015

Menkominfo Rudiantara ingin kumpulkan Rp 12 Triliun untuk Startup

Indonesia saat ini sudah semakin maju dan berkembang, dan banyak penduduknya yang sudah melek internet. Terbukti dengan adanya 80 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2014, dan sekitar 55 juta penduduk akan segera memasuki kalangan menengah di Indonesia.

Di negara berkembang seperti Amerika, 20 persen penjualan retail dilakukan secara Online. Sedangkan di Indonesia kurang dari 1 persen penjualan retail secara online. Oleh karena itu peluang untuk bisnis di teknologi keuangan (fintech) dan e-commerce di Indonesia sangatlah besar.
Apa lagi dengan 22 persen populasi di Indonesia yang akan mempunyai pendapatan yang dapat dibelanjakan mulai dari USD 15.000 hingga USD 30.000, sementara 65 persen orang akan mempunyai uang yang dapat dibelanjakan mulai dari USD 6.000 hingga USD 15.000.
Peluang bisnis / startup di bidang teknologi menjadi terbuka lebar.

Ada 4 bidang usaha yang biasanya bisa dimasuki oleh pebisnis baru dalam bidang IT:
  • Perusahaan pengembangan perangkat lunak aplikasi (software house).
  •  Konsultan Implementasi Teknologi Informasi baik itu implementasi hardware maupun implementasi software.
  • Distributor dari produk-produk IT, baik hardware ataupun software.
  • Training dan pendidikan bidang IT.
Dari 4 bidang tersebut nanti akan berkembang dan semakin banyak variannya yang biasanya merupakan spesialisasi bidang-bidang tersebut.

Dahulu pertumbuhan teknologi di Indonesia masih rendah karena banyak keterbatasan di Indonesia, seperti koneksi internet yang lambat, logistik yang tidak memadai, dana/modal startup yang rendah, perizinan yang rumit, dan lain-lain.
Tetapi semenjak pemerintahan Jokowi dengan kabinet Kerjanya, dan Menkominfo yang baru Rudiantara, memberi angin segar bagi pertumbuhan teknologi di Indonesia. Banyak kebijakan-kebijakan Kementerian Komunikasi dan Informasi yang sangat membantu bagi bisnis IT ini.
Seperti diluncurkannya 4G LTE 1800 Mhz, pangkas 16 birokrasi perizinan, dan yang terbaru ini Menkominfo Rudiantara berjanji akan mengumpulkan 1 Miliar Dollar atau sekitar 12 Triliun Rupiah dari para Pengusaha Indonesia untuk modal startup IT atau perusahaan rintisan digital di Indonesia.

Menurut Menkominfo Rudiantara, Tujuannya bukan semata-mata mengumpulkan dana saja, namun supaya investasi-investasi yang selama ini para pengusaha  simpan di luar negeri diberdayakan untuk mengembangkan Tanah Air sendiri.

Harapan Rudiantara, setelah berhasil menggalang 1 miliar dollar AS dari para pengusaha, uang tersebut akan dikelola oleh sebuah venture capital (VC). VC tersebut, dalam bayangan Menkominfo, nantinya bukanlah sebuah perusahaan investasi milik pemerintah. Bentuknya bisa saja berupa swasta yang sudah lolos seleksi pemerintah. Sehingga proses, audit, dan pengelolaannya jelas dan secara profesional.

Pengumpulan uang 1 Miliar Dollar AS ini ditargetkan dimulai tahun 2015 ini, dan dalam bentuk Pledge (janji pemberian dana), bukan dalam bentuk uang cash.
Dana yang dikelola melalui rencana pembentukan VC tersebut tidak hanya dikhususkan untuk startup E-commerce saja, tapi juga dapat dipakai untuk mengembangkan startup lokal.

Kebijakan dari Menkominfo Rudiantara ini tentunya membahagiakan pelaku bisnis startup, dan pebisnis baru bidang IT.

Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan dapat menumbuhkan perkembangan teknologi di Indonesia menjadi lebih baik lagi, dalam dunia yang sudah serba digital.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates