Masih ingatkah teman-teman akan bencana meletusnya Gunung
Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara? Erupsi Sinabung terjadi pada tanggal
8 Oktober 2015. Dan bencana tersebut menyisakan korban pengungsi mencapai 2.443
jiwa atau 795 kepala keluarga yang ditempatkan di tujuh titik pengungsian.
Dengan adanya bencana ini, pertumbuhan ekonomi Karo pun
turun sebanyak 45%. Aktivitas ekonomi
yang sempat lumpuh, dan pengungsi yang banyak kehilangan tempat tinggal.
Membuat pemerintah berusaha untuk memulihkan keadaan ini.
Pada hari selasa kemarin, tanggal 5 Mei 2015, Menteri
Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyerahkan secara simbolis
103 unit rumah untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung melalui pemerintah
Kabupaten Karo yang diterima oleh Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana di lokasi
Perumahan Desa Siosar Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
Penyerahan tersebut dihadiri juga oleh Kepala BNPB, Syamsul
Maarif dan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan tentu saja para pengungsi.
Ratusan rumah yang telah dibangun tersebut, dibangun dengan
kerjasama antara Tim gabungan TNI AD, masyarakat pengungsi dan masyarakat umum
di kawasan hutan produksi di Kecamatan Merek. Perumahan tersebut untuk warga
Desa Bekerah dan merupakan tahap pertama dari pembangunan site plan relokasi
yang direncanakan akan dibangun sebanyak 267 unit rumah.
Setelah tahap pertama selesai, selanjutnya akan dibangun
1.873 unit rumah pada tahap kedua untuk menampung seluruh pengungsi dari tujuh
desa yang direlokasi.
Pembangunan akses jalan ke lokasi pemukiman sepanjang 9,2 KM oleh Tim, sudah
dikerjakan sejak akhir Oktober, dan pembangunan 103 unit rumah sudah
menghabiskan Rp. 16,3 Miliar.
Pembangunan rumah tersebut adalah tindak lanjut dari
blusukan Presiden Jokowi sebelumnya ke Sinabung yang menekankan bahwa
pemerintah hadir untuk menjaga kesinambungan kehidupan para pengungsi Sinabung.
"Dengan diresmikan dan diserahterimakan unit rumah ini,
bukan berarti permasalahan telah selesai. Sebab, masih dibutuhkan lahan
pertanian, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial
lainnya bagi masyarakat yang direlokasi di Desa Siosar. Semua itu menjadi
tanggung jawab bersama mengingat tidak mungkin pemerintah bekerja sendirian, dan
tidak mungkin kami biarkan masyarakat sendiri," kata Menteri Siti Nurbaya.
“Izinnya sudah lama. Kita sesuaikan secara kelembagaan.
Harus ada multiplier efek setelah ini pindah. Sarana-sarana yang lain seperti
kehidupan bertani, peternakan, sekolah, puskesmas, harus sudah terbangun. Maka
Kementerian lain juga terlibat semua, pendidikan, kesehatan,” lanjut Menteri
LHK.
Selanjutnya Menteri LHK berpesan bahwa masyarakat yang
menghuni lokasi baru tersebut dapat hidup harmonis bersama alam.
“Kita hidup di hutan. Manfaatkan dengan baik, jaga
kelestariannya,” pesan Menteri LHK.
Karena lokasi tersebut adalah kawasan Hutan Produksi Siosar
yang dibuka untuk relokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Menteri LHK
berharap masyarakat dapat menjaga aspek konservasi dan tidak melakukan
penyimpangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar