Social Icons

Kamis, 07 Mei 2015

Menteri LHK Serahkan 103 Unit Rumah ke Pengungsi Sinabung

Masih ingatkah teman-teman akan bencana meletusnya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo Sumatera Utara? Erupsi Sinabung terjadi pada tanggal 8 Oktober 2015. Dan bencana tersebut menyisakan korban pengungsi mencapai 2.443 jiwa atau 795 kepala keluarga yang ditempatkan di tujuh titik pengungsian.

Dengan adanya bencana ini, pertumbuhan ekonomi Karo pun turun sebanyak 45%.  Aktivitas ekonomi yang sempat lumpuh, dan pengungsi yang banyak kehilangan tempat tinggal. Membuat pemerintah berusaha untuk memulihkan keadaan ini.

Pada hari selasa kemarin, tanggal 5 Mei 2015, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menyerahkan secara simbolis 103 unit rumah untuk pengungsi erupsi Gunung Sinabung melalui pemerintah Kabupaten Karo yang diterima oleh Plt Bupati Karo Terkelin Brahmana di lokasi Perumahan Desa Siosar Kecamatan Merek Kabupaten Karo.
Penyerahan tersebut dihadiri juga oleh Kepala BNPB, Syamsul Maarif dan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho dan tentu saja para pengungsi.

Ratusan rumah yang telah dibangun tersebut, dibangun dengan kerjasama antara Tim gabungan TNI AD, masyarakat pengungsi dan masyarakat umum di kawasan hutan produksi di Kecamatan Merek. Perumahan tersebut untuk warga Desa Bekerah dan merupakan tahap pertama dari pembangunan site plan relokasi yang direncanakan akan dibangun sebanyak 267 unit rumah.
Setelah tahap pertama selesai, selanjutnya akan dibangun 1.873 unit rumah pada tahap kedua untuk menampung seluruh pengungsi dari tujuh desa yang direlokasi.

Pembangunan akses jalan ke lokasi  pemukiman sepanjang 9,2 KM oleh Tim, sudah dikerjakan sejak akhir Oktober, dan pembangunan 103 unit rumah sudah menghabiskan Rp. 16,3 Miliar.
Pembangunan rumah tersebut adalah tindak lanjut dari blusukan Presiden Jokowi sebelumnya ke Sinabung yang menekankan bahwa pemerintah hadir untuk menjaga kesinambungan kehidupan para pengungsi Sinabung.

"Dengan diresmikan dan diserahterimakan unit rumah ini, bukan berarti permasalahan telah selesai. Sebab, masih dibutuhkan lahan pertanian, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan dan fasilitas sosial lainnya bagi masyarakat yang direlokasi di Desa Siosar. Semua itu menjadi tanggung jawab bersama mengingat tidak mungkin pemerintah bekerja sendirian, dan tidak mungkin kami biarkan masyarakat sendiri," kata Menteri Siti Nurbaya.
“Izinnya sudah lama. Kita sesuaikan secara kelembagaan. Harus ada multiplier efek setelah ini pindah. Sarana-sarana yang lain seperti kehidupan bertani, peternakan, sekolah, puskesmas, harus sudah terbangun. Maka Kementerian lain juga terlibat semua, pendidikan, kesehatan,” lanjut Menteri LHK.

Selanjutnya Menteri LHK berpesan bahwa masyarakat yang menghuni lokasi baru tersebut dapat hidup harmonis bersama alam.
“Kita hidup di hutan. Manfaatkan dengan baik, jaga kelestariannya,” pesan Menteri LHK.

Karena lokasi tersebut adalah kawasan Hutan Produksi Siosar yang dibuka untuk relokasi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung. Menteri LHK berharap masyarakat dapat menjaga aspek konservasi dan tidak melakukan penyimpangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text

 
Blogger Templates